Gara-gara Ongkos Kurang, Sopir Travel Nekat Tikam Penumpang, Mobil Tabrak Tiang Listrik

Andres Sastra Yunaf (24) pemuda asal Garut ini terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusukan yang dideritanya

Gara-gara Ongkos Kurang, Sopir Travel Nekat Tikam Penumpang, Mobil Tabrak Tiang Listrik
IST
Mobil travel yang ditumpangi pemuda asal Garut menabrak tiang listrik 

TRIBUNBATAM.id - Andres Sastra Yunaf (24) pemuda asal Garut ini terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit akibat luka tusukan yang dideritanya, Minggu (17/3/2019) petang.

Informasi yang Tribunjambi.com himpun, tindakan itu dilakukan oleh S (25), seorang sopir travel yang mengendarai kendaraan yang ditumpanginya.

"Tersangka meminta bayaran penumpang sebesar Rp 100 ribu kepada penumpang (korban). Namun, korban hanya ada uang sebesar Rp 80 ribu. Kemudian korban masuk ke dalam mobil yg dikendarai tersangka," ujar Iptu M Nur melalui pesan tertulis, Senin (18/3/2019).

Diinformasikan, korban menumpangi travel dari Kiliran Jao, Dharmasraya, Sumatra Barat menuju Muara Bungo.

Kisruh Taksi Online vs Taksi Konvensional, Kadishub Batam Angkat Bicara: Susah Kita Mau Bertindak

Dilempar Batu dan Ditendang Kepalanya, Begini Kondisi Korban Bentrok Taksi Online Vs Konvensional

Taksi Online Vs Konvensional Ribut Terus, Anggota DPRD Batam: Bagaimana Wisatawan Akan Nyaman?

Lanjutnya, dalam perjalanan tersangka mampir di SPBU untuk mengisi bahan bakar.

Lalu tersangka meminta uang kepada korban untuk mengisi minyak mobil sebesar Rp 80 ribu sebagai ongkos.

Dalam perjalanan di Jalan Lintas Sumatera Km 22 Desa Lubuk Landai, Kecamatan Tanah Sepenggal Lintas (Taseplin), sekitar pukul 17.00 WIB, tersangka langsung menikam korban.

Adapun tersangka menggunakan senjata tajam berupa pisau bergagang hijau dengan panjang sekitar 15 cm ke arah wajah bagian pipi kanan sekali dan leher kanan sebanyak dua kali.

Korban berontak sehingga kendaraan yang dibawa tersangka menabrak tiang listrik.

"Atas kejadian tersebut, korban mengalami luka robek pada bagian wajah bagian pipi kanan dan leher kanan," lanjut Iptu M Nur, menjelaskan.

Pasca kejadian itu, korban langsung dilarikan ke RSUD H Hanafie untuk mendapatkan perawatan intensif. Sementara, pelaku langsung diamankan di Polsek Taseplin.

Atas kejadian itu, pelaku disangkakan terjerat Tindak Pidana Penganiayaan, pasal 351 ayat (2) KUHPidana tentang tindak pengiayaan berat dengan ancaman 5 tahun penjara.

Diketahui, dari penuturan pengusaha transportasi di Bungo, travel yang ditumpangi Andres adalah travel liar.

Hal itu ditandai dengan nomor polisi toyota Avanza BA 1593 KN tersebut berwarna hitam dan tidak diketahui di mana loketnya. (cre)

Editor: Danang Setiawan
Sumber: Tribun Jambi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved