KPK Sudah Identifikasi Pihak yang Dipengaruhi Romahurmuziy Terkait Jual Beli Jabatan di Kemenag

Meskipun sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang dilobi Rommy, namun juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya belum bisa mengungkapkan nama

KPK Sudah Identifikasi Pihak yang Dipengaruhi Romahurmuziy Terkait Jual Beli Jabatan di Kemenag
Tribunnews/Herudin
Romahurmuziy langsung mengenakan rompi oranye dan ditahan setelah jadi tersangka suap jual beli jabatan di Kementerian Agama 

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ilham Rian Pratama

TRIBUNBATAM.ID, JAKARTA - KPK telah mengidentifikasi pihak-pihak yang dipengaruhi mantan Ketua Umum PPP Romahurmuziy alias Rommy yang terjerat OTT dugaan suap jual beli jabatan di Kementerian Agama.

Ketum PPP Romahurmuziy ditangkap KPK bersama sejumlah pejabat Kemenag di Hotel Bumi, Surabaya, Jumat (15/3/2019) pagi dalam operasi senyap KPK.

Penangkapan itu diduga terkait jual beli jabatan di Kemenag untuk tahun 2018-2019.

Geledah Ruang Kerja Menteri Agama, KPK Temukan Dolar dan Rupiah, Nilainya Capai Ratusan Juta

Polisi Amankan 6 Orang Pelaku Pembunuhan Roni, Mayat Tangan Terikat di Tiban Batam

Todd Rivaldo Ferre Dicoret dari Timnas U23 Indonesia untuk Kualifikasi AFC U23 2020. Ada Apa?

Meskipun sudah mengidentifikasi pihak-pihak yang dilobi Rommy, namun juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, pihaknya belum bisa mengungkapkan nama sampai penyidikan terhadap perkara ini benar-benar selesai.

"Tentu sudah kami identifikasi, tapi sampai saat ini tentu belum bisa disampaikan. Karena hal itu terkait dengan materi penanganan perkara. Nanti akan kami dalami terlebih dahulu. Dari proses-proses penggeledahan kah, serta mempelajari barang bukti ataupun nanti pemeriksaan saksi-saksi," katanya di Gedung Merah Putih KPK, Setiabudi, Jakarta Selatan, Senin (18/3/2019).

Selain Ketum PPP, Romahurmuziy juga anggota Komisi XI DPR. Itu artinya, dia tidak punya kewenangan dalam proses pengisian jabatan di Kemenag.

KPK menduga Rommy mengatur proses pengisian jabatan untuk Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Gresik Muhammad Muafaq Wirahadi dan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Jawa Timur Haris Hasanuddin.

Romahurmuziy diduga bekerja sama dengan pihak internal Kemenag untuk mempengaruhi proses pengisian jabatan kedua orang tersebut.

"Perlu dipahami konstruksi kasus ini, ada pihak-pihak yang tidak punya kewenangan sama sekali secara formil untuk mengatur ataupun untuk melakukan proses seleksi jabatan di Kementerian Agama. Namun pihak tersebut dapat dipengaruhi --yang kami duga-- itu dihasilkan dari proses kerja sama dengan Kementerian Agama," kata Febri.

Halaman
1234
Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved