BATAM TERKINI

BMKG Hang Nadim Ungkap Pemicu Cuaca Batam Panas, Terkait Suhu Permukaan Laut

Belakangan, wilayah Batam dilanda musim kemarau yang sudah lumayan lama dengan cuaca panas bahkan sempat mencapai 33 derajat celsius. Ini kata BMKG.

BMKG Hang Nadim Ungkap Pemicu Cuaca Batam Panas, Terkait Suhu Permukaan Laut
ilustrasi minum air putih saat panas terik 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Belakangan ini, wilayah Batam dilanda musim kemarau yang sudah lumayan lama dengan cuaca panas bahkan sempat mencapai 33 derajat celsius.

Tak cuma membuat udara menjadi gerah, cuaca panas juga memicu kebakaran. Dengan kondisi cuaca ini tidak terlepas dari dampak Elnino yang melanda sebagian besar wilayah Indonesia termasuk Kepri, dan Batam.

Prakirawan Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas l Hang Nadim Batam Rizky Fatinahtuzzuhro W, Selasa (19/3/2019) menjelaskan, adanya fenomena EL Nino dapat dilihat dari nilai indeks ENSO.

"Jika melebihi normal, maka itu berarti El Nino sedang aktif. Berikut adalah laporan indeks ENSO terupdate Indeks ENSO di NINO3.4 : +0.79 (normal ±0.5) yang tidak signifikan terhadap peningkatan hujan harian di wilayah Indonesia, " jelas Rizky Fatinahtuzzuhro.

Rizky Fatinahtuzzuhro, katanya, terkhusus di wilayah Kepri, hal ini menyebabkan kelembaban udara menjadi sangat rendah.

"Akibatnya pertumbuhan awan-awan menjadi berkurang dan intensitas hujan pun juga ikut berkurang pada periode terakhir ini," tambahnya.

Sementara itu, secara nasional tahun ini, sektor pertanian kembali terancam anomali cuaca yang berpotensi El Nino.

655 Pengidap HIV/AIDS Periksa Kesehatan ke RSUD Embung Fatimah Batam, Ini Pesan Pihak Rumah Sakit

VIRAL DI MEDSOS - Terekam CCTV Makan Es Krim di Jalan, Petugas ATCS: Aduh Manis Sekali Senyumnya

BERITA PERSIB - Bakal Tambah 2 Pemain Lagi, Manajemen Persib Bocorkan Pengganti Jonathan Bauman

Marlin Dibekuk saat Beli Celana, Polisi Tangkap 6 Pelaku Pembunuhan Roni, Mayat Tangan Terikat

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sudah memperingatkan pemerintah untuk mewaspadai potensi terjadinya El Nino tahun 2019.

El Nino ini akan berdampak signifikan pada produksi pangan seperti halnya terjadi pada tahun 2015.

Namun Kementerian Pertanian (Kementan) sudah menyiapkan langkah-langkah antisipasi.

El Nino merupakan siklus alami Bumi yang berkaitan dengan kenaikan suhu permukaan laut melebihi nilai rata-rata di Samudra Pasifik sekitar ekuator.

Hal ini biasanya menyertai hawa panas yang dirasakan. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved