BATAM TERKINI

CATAT! Habis Pemilu, 4 Perusahaan Di Muka Kuning Butuh Ribuan Tenaga Kerja Baru

Kepala Disnaker Batam Rudi Sakyakirti mengungkapkan, selepas Pemilu 17 April 2019 ada 4 perusahaan yang akan membuka lowongan kerja besar-besaran.

CATAT! Habis Pemilu, 4 Perusahaan Di Muka Kuning Butuh Ribuan Tenaga Kerja Baru
TRIBUNBATAM.id
Suasana pencari kerja lowongan PT Patlite di MPH Batamindo, 

CATAT! Habis Pemilu, 4 Perusahaan Di Muka Kuning Butuh Ribuan Tenaga Kerja Baru

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Kepala Dinas Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Batam, Rudi Sakyakirti mengungkapkan, selepas Pemilu 17 April 2019 ada 4 perusahaan yang akan membuka lowongan kerja.

Namun untuk jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan Rudi enggan menjawabnya.

"Saya belum tahu pasti ini," ujar Rudi kepada Tribun, Selasa (19/3/2019).

Diakuinya 4 perusahaan ini berada di area Muka Kuning. Namun, kata Rudi, yang pastinya membutuhkan tenagakerja yang cukup banyak.

"Saya tak tahu pasti antara seribu atau empat ribu," tutur Rudi.

Sebelumnya, sebuah perusahaan juga gabungan Amerika, Singapura dan Taiwan, PT FCS RGP Plastic akan segera beroperasi di Batam dalam waktu dekat ini.

Perusahaan tersebut bergerak di bidang produksi palet plastik. Perusahaan ini juga telah mendapat rekomendasi dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Batam. Izin lingkungan telah dikantongi.

"Karena mereka bukan menjadikan sampah plastik sebagai bahan baku. Tapi biji plastik diolah menjadi palet," kata Kepala DLH Kota Batam, Herman Rozie kepada wartawan di Batam Center.

CEO PT FCS RGP Plastic, Yao Shanhua mengatakan, perusahaan ini masuk ke Batam dengan nilai investasi awal sebesar Rp 200 miliar. Dalam perencanaannya, bisa mempekerjakan tenaga kerja sampai 300 orang dari tenaga kerja lokal.

"Kami akan segera buka perekrutan. Tahap awal butuh sekitar 60 sampai 70 orang. Nanti akan ditambah lagi seiring dengan peningkatan produksi," kata Yao lewat penerjemahnya.

PT FCS RGP Plastic sendiri berlokasi di kawasan industri Kabil, Nongsa, dan berdiri di atas lahan seluas 5 hektare. Yao mengatakan, dalam proses produksinya, perusahaan akan mengedepankan sistem Go Green, dan menggunakan teknologi yang diklaim sebagai teknologi terbaru dan tinggi dari Taiwan. (tribunbatam.id/roma uly sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved