TANJUNGPINANG TERKINI

Razia Gabungan di Rutan Tanjungpinang, Petugas Tidak Temukan Narkoba, Tapi Sita Sejumlah Barang Ini

Sekitar 2 jam lamanya pemeriksaan dilakukan, petugas gabungan menemukan sejumlah barang yang dianggap sebagai larangan bagi warga binaan diamankan

Razia Gabungan di Rutan Tanjungpinang, Petugas Tidak Temukan Narkoba, Tapi Sita Sejumlah Barang Ini
foto screenshot/istimewa
Suasana razia di ruang lapas Tanjungpinang, Senin (18/3/2019) malam 

TRIBUNBATAM.id.TANJUNGPINANG - Sejumlah petugas sipir gabungan baik dari Kenkuham dan lapas serta Kepolisian memeriksa semua tahanan di Rutan Tanjungpinang, Senin (18/3/2019) malam.

Razia yang digelar oleh sekitar 50 petugas lebih itu memeriksa semua blok dan kamar para tahanan Senin (18/3/2019) malam.

Sekitar 2 jam lamanya pemeriksaan yang dilakukan, petugas gabungan menemukan sejumlah barang yang dianggap sebagai larangan bagi warga binaan diamankan.

"Kita tidak menemukan barang yang kita tidak cari seperti narkoba karena sasaran kita awal sebenarnya itu. Tapi kita temukan barang lain seperti gunting, ini barang biasa tapi bisa digunakan untuk berbuat kejahatan seperti menusuk orang," kata Kepala Devisi pemasyarakatan Kenkuham Kepri, Dedi Handoko.

Menurut Dedi Handoko, sasaran pertama sebenarnya adalah peredaran gelap narkoba.

Kemudian senjata tajam dan barang larangan lain seperti ponsel.

Mahasiswi Tanjungpinang Masuk 5 Besar Putri Pendidikan 2019, Vannesha Ingin Go Internasional

Kalah dari Inter Milan, 2 Pemain AC Milan Ini Tertangkap Kamera Nyaris Berkelahi, Ini Kata Gattuso

EURO 2020 - Kualifikasi UEFA EURO 2020 Dimulai Tengah Pekan Ini, Ini Jadwal Lengkapnya

Gara-gara Selebrasi Seperti Ini, Cristiano Ronaldo Dapat Hukuman dari UEFA, Inikah Alasannya?

Namun dari razia yang dilaksanakan di tiga blok tahanan, tak ada barang larangan keras yang ditemukan.

Hingga akhirnya sejumlah barang larangan biasa yang ditemukan dengan jumlah ratusan ini dikumpulkan di atas meja dan dipaparkan di hadapan wartawan.

Barang yang disita antara lain silet pencukur, hanger, gunting, mancis dan masih banyak lainnya.

Ditanya soal sejumlah barang yang biasanya masih saja digunakan seperti ponsel, Dedi mengaku hal itu tidak menutup kemungkinan adanya permainan atau keterlibatan anggota sipir yang melakukan penjagaan.

"Tidak menutup. Tidak memungkiri pasti itu pegawai kita terlibat. Pasti itu pegawai yang membantu (menyelundupkan barang dari luar)."

"Kalau memang masih saja ada HP di dalam Lapas. Tapi banyak cara, seperti sebelumnya ada yang dilemparkan dari luar hp sebanyak 8 buah. Memang HP murah dia lempar pas di belakang masuk dia," katanya.

Kepala Kanwil Kemenkumham Kepri menyebutkan kegiatan ini juga bagian dari menerapkan zona kawasan bebas korupsi.

Korupsi di sini bukan hanya seperti pungutan liar, namun warga binaan juga bagian dari upaya bebas dari tindakan korupsi.

"Korupsi tidak hanya pungutan dan lain sebagainya. Namun hal semacam ini juga termasuk kategori seperti itu juga. Tadi juga dilakukan tes urin 48 orang yang dilakukan dari BNN. Mungkin hasilnya nanti bisa kita lihat," kata Kakanwil Kemenkumham Kepri Zaeroji didampingi Karutan, BNN dan kepolisian.(wfa)

Penulis: Wahib Wafa
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved