Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme, Dari Medsos Hingga Situs Web

berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di facebook dan instagram yakni sebanyak 8.131 konten. Sementara di twitter sebanyak 8.1

Kominfo Blokir 11.803 Konten Radikalisme dan Terorisme, Dari Medsos Hingga Situs Web
via intisarionline
Ilustrasi 

TRIBUNBATAM.id - Kementerian Komunikasi dan Informatika telah melakukan pemblokiran konten internet yang memuat radikalisme dan terorisme sebanyak 11.803 konten mulai dari tahun 2009 sampai tahun 2019.

Plt. Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu, dalam keterangannya menyebutkan laporan Direktorat Pengendalian Aplikasi Informatika Ditjen Aplikasi Informatika Kementerian Kominfo, menunjukkan berdasarkan platform, konten yang terbanyak diblokir berada di facebook dan instagram yakni sebanyak 8.131 konten.  Sementara di twitter sebanyak 8.131 konten.

Adapun konten radikalisme dan terorisme yang diblokir di google/youtube sebanyak 678 konten.

Kemudian 614 konten di platform telegram, 502 konten yang berada di filesharing, dan 494 konten di situs web.

Ramalan Zodiak Rabu 20 Maret 2019, Leo Hari Penting, Aries Miliki Kharisma & Sagitarius Super Sibuk

Sutradara Hollywood Asal Blitar Livi Zheng Temui Gubernur Khofifah. Ada Proyek Baru Lho

Hindari Longsor, Mobil Suzuki Escudo Terjun ke Danau Toba. Pengemudinya Ditemukan Tewas

Niat Puasa Ayyamul Bidh pada 13, 14, 15 Rajab atau Mulai Rabu (20/3/2019) Beserta Doa Buka Puasa

Sejak tahun 2009 sampai dengan tahun 2017, Kementerian Kominfo melakukan penapisan atau pemblokiran konten yang berkaitan radikalisme dan terorisme sebanyak 323 konten.

Terdiri dari 202 konten di situs web, 112 konten di platform telegram, 8 konten di facebook dan instagram dan 1 konten di youtube.

Sementara selama tahun 2018, telah diblokir konten radikalisme dan terorisme sebanyak 10.499 konten yang terdiri dari 7.160 konten di facebook dan instagram.

Kemudian 1.316 konten di twitter, 677 konten youtube, 502 konten di telegram, 502 konten di file sharing, dan 292 konten di situs web.

Pertumbuhan angka penapisan konten ini terasa sangat signifikan setelah Kementerian Kominfo mengoperasikan Mesin AIS.

Dengan Mesin AIS, Kemkominfo bisa memangani lebih dari 10.000 konten radikalisme dan terorisme dalam setahun, padahal selama lebih dari tujuh tahun, konten yang ditapis hanya sebanyak 323 konten.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved