BATAM TERKINI

Ada Oknum Rusak Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu, Ini Tindakan Bawaslu Batam

Bawaslu Batam angkat suara terkait adanya oknum yang merusak alat peraga kampanye milik peserta Pemilu. Ini tindakan yang akan dilakukan.

Ada Oknum Rusak Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu, Ini Tindakan Bawaslu Batam
TRIBUNBATAM.id/ENDRA KAPUTRA
Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kota Batam Syailendra Reza 

Ada Oknum Rusak Alat Peraga Kampanye Peserta Pemilu, Ini Tindakan Bawaslu Batam

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Pemilihan umum (Pemilu) tinggal hitungan hari. Tahap pengenalan para calon setiap partai politik pun semakin marak dilakukan.

Salah satunya dengan memasang spanduk atau baliho sebagai alat peraga kampanye (APK) di sepanjang sudut jalan.

Tentunya banyak polemik terkait pemasangan APK tersebut, salah satunya jika terjadi perusakan terhadapnya.

Mengenai hal ini, Ketua Bawaslu Kota Batam, Syailendra Reza Irwansyah Rezeki, berjanji akan menindak tegas segala laporan yang masuk terhadap perusakan alat peraga kampanye (APK) setiap peserta pemilu.

Hal tersebut seperti yang disampaikannya kepada TRIBUNBATAM.ID.

"Kami akan tindak tegas setiap laporan perusakan APK yang masuk. Namun, hingga saat ini belum ada laporan mengenai itu. Jangan kemudian hanya teriak, spanduk saya dirusak, namun tidak disertakan dengan laporan beserta bukti dan saksi. Susah juga kami menindaknya," ujar Reza tegas.

Dijelaskan olehnya, laporan tersebut dapat berupa laporan tertulis yang nantinya diserahkan ke Panwaslu kecamatan setiap dapil.

Tak Terdaftar DPT Pemilu 2019, Warga Bisa Bawa e-KTP ke TPS Untuk Dapatkan Hak Pilih

Hasil Visum Keluar, Polisi Ungkap Penyebab Kematian Gamaliel, Mayat Ditemukan di Lotus Garden Batam

Lihat Istri Keluar dari Kamar Mandi Bersama Pria, Yonang Bacok Kepala Istrinya Lalu Coba Bunuh Diri

Kuburan Jadi Tempat Nongkrong dan Pacaran, Ini yang Dilakukan Polsek Batuaji Batam

"Bisa ke panwaslu setiap kecamatan. Dan bisa juga langsung ke kami. Harus disertai bukti dan saksi ya. Ini agar memenuhi syarat formil dan materilnya," ujarnya lagi.

Dari keterangan Reza, laporan perusakan hanya masuk ke pihak Bawaslu Kota Batam ketika masa awal kampanye dimulai.

"Kami mempersilahkan setiap peserta pemilu, saya lebih senang menyebutkan demikian ketimbang Caleg, untuk membuat laporan mengenai kerusakan APK yang dialami jika memang ada bukti dan saksi. Jangan kemudian kami dituduh pilih kasih atau gimana, padahal laporannya tidak ada. Kan susah juga untuk menindak suatu hal yang tidak jelas kronologi dan faktanya," tuturnya.

Reza menambahkan perusakan APK merupakan tindak pidana pemilu. Hal tersebut seperti yang diatur dalam UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. (tribunbatam.id/dipa nusantara)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved