BATAM TERKINI

Sidang Sempat Molor, Kasus Gugatan Masyarakat Sei Gong Masuki Tahap Mediasi

Sidang lanjutan gugatan sembilan masyarakat Sei Gong di Pengadilan Negeri Batam kembali digelar Kamis(21/3/2019) siang.

Sidang Sempat Molor, Kasus Gugatan Masyarakat Sei Gong Masuki Tahap Mediasi
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Suasana sidang gugatan sembilan masyarakat Sei Gong di Pengadilan Negeri Batam kembali digelar, Kamis (21/3/2019) siang. 

Sidang Sempat Molor, Kasus Gugatan Masyarakat Sei Gong Masuki Tahap Mediasi

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Sidang lanjutan gugatan sembilan masyarakat Sei Gong di Pengadilan Negeri Batam kembali digelar Kamis (21/3/2019) siang.

Acara yang beragendakan 'pemanggilan terakhir' dihadiri para pihak tergugat.

Sidang Kamis siang sempat molor beberapa jam. Semula dijadwalkan jam sembilan pagi namun baru digelar siang hari.

Sidang itu dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Taufik Abdul Halim Nainggolan dan dua hakim anggota Yona Lamerossa Ketaren dan Efrida Yanti.

Saat masuk ke ruang sidang, Taufik memanggil para pihak satu per satu untuk mengenalinya.

Usai memanggil para pihak di muka persidangan, kemudian Taufik menanyakan kepada para pihak.

Terkait Kasus Pungli, Kepala BKPSDM Batam Dikabarkan Diperiksa Polisi, Ini Kata Wakil Walikota

Terkait Kasus Dugaan Pungli Pengangkatan Honorer ke CPNS, Polisi Periksa 20 Guru di Batam

PLN Batam Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir Hingga Jumat (22/3) Besok, Cek Link Jadwal Disini

PROMO! Sarapan di Swiss-Belhotel Harbour Bay Cukup Bayar Separuh Harga

Pelipatan Surat Suara Selesai, 2.028 Lembar Surat Suaranya Dinyatakan Rusak

"Jadi ini sidang terakhir pemanggilan para pihak khususnya tergugat dan turut tergugat. Apakah sudah ada perdamaian sebelum kita lanjut kan ke mediasi?," tanya Taufik.

Kemudian, para pihak menyahut kalau perkara setelah masuk ke PN Batam belum ada kesepakatan apa pun.

Kendati, mendengar para pihak Taufik mengisyaratkan agar bermediasi terlebih dahulu sebelum masuk ke pokok materi gugatan.

Mediasi kata Taufik, sebagaimana amanah Peraturan Mahkamah Agung Republik Indonesia Nomor 1 Tahun 2016 tentang Prosedur Mediasi di Pengadilan.

Kemudian, Taufik menyebutkan untuk diusulkan beberapa hakim dan lainnya.

Dan yang menjadi kesepakatan bersama memilih hakim Muhammad Chandra sebagai mediasi. Dan mediasi digelar pada Kamis (28/3/2019) depan.

"Kami berharap ada kesepakatan yang menjadi harapan bagi klien kami. Karena bagaimana pun, lahan tersebut yang sudah ditanami mengalami kerugian besar paska adanya bendungan itu," kata Muhammad Anwar. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved