BATAM TERKINI

Terkait Kasus Dugaan Pungli Pengangkatan Honorer ke CPNS, Polisi Periksa 20 Guru di Batam

Polisi memeriksa sejumlah guru yang terkait dengan laporan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap pengangkatan guru honorer menjadi CPNS.

Terkait Kasus Dugaan Pungli Pengangkatan Honorer ke CPNS, Polisi Periksa 20 Guru di Batam
TRIBUNBATAM/ENDRA KAPUTRA
AKBP Muji Supriyadi 

Terkait Kasus Dugaan Pungli Pengangkatan Honorer ke CPNS, Polisi Periksa 20 Guru di Batam

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Ketua tim Saber Pungli Polresta Barelang, AKBP Mudji Supriyadi sudah memeriksa sejumlah guru yang terkait dengan laporan adanya dugaan pungutan liar (Pungli) terhadap pengangkatan guru honorer menjadi CPNS di Batam.

Proses pemeriksaan akan terus dilanjutkan karena memang kasus ini melibatkan banyak guru, sehingga keterangan dari mereka diperlukan untuk dilakukan proses selanjutnya.

"Saat ini kita sudah lakukan pemeriksaan beberapa orang saksi, tahapan selanjutnya kita akan tingkatkan ke dalam proses penyidikan," ujar Mudji Rabu (20/3/2019).

Diakuinya sudah ada 20 guru yang dimintai keterangan oleh tim penyidik untuk menggali lebih dalam atas informasi yang didapat dari laporan sebelumnya.

Ia juga meminta pihak pelapor untuk bersabar karena memang butuh waktu dalam menentukan apakah temuan tersebut benar Pungli atau tidak.

"Lagi didalami oleh kita, tunggu saja," kata Mudji lagi.

PLN Batam Lakukan Pemadaman Listrik Bergilir Hingga Jumat (22/3) Besok, Cek Link Jadwal Disini

Pelipatan Surat Suara Selesai, 2.028 Lembar Surat Suaranya Dinyatakan Rusak

PROMO! Sarapan di Swiss-Belhotel Harbour Bay Cukup Bayar Separuh Harga

Gadis ABG Gantung Diri Karena Cintanya Tidak Direstui Orang Tua, Pamit Lewat WhatsApp

Sinopsis Sinetron Orang Ketiga SCTV, 21 Maret, Putra Move On dari Yuni, Bagaimana dengan Aris?

Sebelumnya sejumlah guru honorer K-II di lingkungan Pemko Batam mengungkapkan kekesalannya saat demo di kantor Pemko Batam.

Meski sudah dinyatakan lulus Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2013 lalu oleh panitia seleksi nasional (panselnas), namun hingga kini nasib belum pasti.

Mereka pun telah lulus tes kesehatan, namun NIP (Nomor Induk Pegawai)-nya, tak kunjung keluar hingga saat ini.

Mereka merasa dianaktirikan.

Lantaran dari 484 orang yang dinyatakan lulus CPNS 2013 lalu, menyisakan puluhan orang yang tak dikeluarkan NIP dan SK (surat keputusan) pengangkatannya sebagai CPNS.

Tahap pertama, sebanyak 312 orang dikeluarkan NIP dan SK-nya, menyusul tahap kedua, 73 orang.

Hingga tersisa 93 orang lagi yang saat ini masih memperjuangkan nasib NIP CPNS-nya dan melaporkan kasus ini kepada tim saber pungli. (tribunbatam.id/roma uly sianturi)

Penulis: Roma Uly Sianturi
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved