TANJUNGPINANG TERKINI

Sumber Air Baku di Bintan Mengkhawatirkan, Syamsul Bahrum: Segeralah Realisasikan Proyek DAM Busung

Kondisi tersebut semakin parah dengan kemarau panjang yang melanda wilayah ini yang mengakibatkan warga mengeluh kekurangan air

Sumber Air Baku di Bintan Mengkhawatirkan, Syamsul Bahrum: Segeralah Realisasikan Proyek DAM Busung
TRIBUNBATAM.id/THOM LIMAHEKIN
Pelaksana tugas Direktur PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrum 

TRIBUNBATAM.id, TANJUNGPINANG - Persediaan sumber air baku di pulau Bintan semakin mengkhawatirkan belakangan ini.

Kondisi tersebut semakin parah dengan kemarau panjang yang melanda wilayah ini yang mengakibatkan warga mengeluh kekurangan air.

Gubernur Kepri H Nurdin Basirun baru mulai mengambil langkah untuk mengatasi krisis air baku yang kian mengancam tersebut.

Pelaksana tugas Direktur PDAM Tirta Kepri Syamsul Bahrum mengatakan sudah miminta Gubernur Kepri memimpin rapat konsolidasi untuk merealisasikan proyek strategis nasional pembangunan DAM Busung.

"Perancangan sudah ada, titik lokasi juga sudah ditemukan dan anggaran sudah ada sekitar Rp 100 - 200 miliar. Kita tinggal tunggu penataan pemetaan kawasan yang menjadi DAM Busung. Insyaallah DAM Busung mulai dikerjakan mulai dikerjakan pada 2019. Itu rencana jangka panjang," sebut Syamsul kepada TRIBUNBATAM.id, Jumat (22/3/2019) pagi.

Namun demikian, menurut Syamsul, langkah paling penting saat ini adalah mewujudkan rencana jangka menengah menyelesaikan proyek Waduk Sei Kawal.

Live Streaming Kualifikasi Piala Asia U23 2020 Indonesia vs Thailand, Kick Off Jam 17.00 WIB di RCTI

Jadwal Kualifikasi Piala Asia U23 2020, Indonesia vs Thailand Jumat (22/3) Jam 17.00 WIB Live RCTI

BERITA PERSIB - Gelar Latihan di Batam, Miljan Radovic Boyong 24 Pemain, Termasuk Pemain Baru?

FIFA Larang Ezra Walian Bela Timnas Indonesia, PSSI Pasrah: Kami Hormati Keputusan FIFA

Hasil Kualifikasi Piala Eropa 2020 - Memphis Depay Cetak 2 Gol, Belanda Menang 4-0

Waduk ini bisa memproduksi air baku 400 liter per detik yang bisa dialiri kepada 50.000 pelanggan rumah tangga di wilayah Kijang, Tanjunguban dan Tanjungpinang yang menjadi wilayah kerja PDAM Tirta Kepri.

Namun, air waduk tersebut baru bisa digunakan setelah melewati proses pembusukan manakala airnya ditenggelamkan terlebih dulu lalu digenangi sampai musim hujan datang.

Curahan ditargetkan bisa menambah debit air waduk Sei Kawal.

"Pada 2019 nanti proyek waduk utamanya sudah selesai. Tinggal saja Pemprov Kepri membangun pipa primer dan sekunder. Pipa primer berdiameter 1 meter dan 70 cm. Primer dipasang ke kawasan-kawasan. Sedangkan PDAM membangun pipa tersier ke rumah-rumah warga dengan biaya ditanggung masing-masing pelanggan," terang Syamsul.

Halaman
123
Penulis: Thom Limahekin
Editor: nandrson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved