Dulu Tak Dilirik, Kini Harga Ceplukan Fantastis, Ternyata Khasiat Terbukti Sejak Zaman Romawi

Tanaman yang tumbuh liar di lahan kosong, pekarangan rumah, atau tempat lain yang tanahnya tidak becek ini ternyata punya khasiat sejak zaman Romawi.

Dulu Tak Dilirik, Kini Harga Ceplukan Fantastis, Ternyata Khasiat Terbukti Sejak Zaman Romawi
infosavana.blogspot.com
Ilustrasi buah ceplukan. Obat ayan, diabetes hingga influenza 

TRIBUNBATAM.id - Pohon ceplukan dulu banyak ditemui di sawah-sawah atau di semak-semak.

Saat berbuah, tak banyak yang mau memanen buahnya dan dibiarkan terbuang begitu saja hingga akhirnya tumbuh di sekitar induk tanaman.

Namun, kondisi itu berbeda dengan saat ini.

Kini buah ceplukan banyak diburu karena harganya selangit.

Di Brunei sebijinya bisa dihargai Rp10 ribu. Sementara di mal di kota besar di Jakarta sekilonya mencapai Rp 500 ribu.

Di Indonesia ceplukan ini bisa dijumpai di banyak daerah. Tanaman ini tumbuh liar di lahan kosong, pekarangan rumah, atau tempat lain yang tanahnya tidak becek, baik di dataran rendah maupun tinggi.

Di Bali dikenal dengan ciciplukan, sedangkan di Madura dikenal dengan nyor-nyoran. Lain lagi di Jawa Barat (cecenetan), di Jawa Tengah ceplukan, dan masih banyak lagi nama daerah lainnya.

Luna Maya dan Ariel Noah Hadiri Ultah Bunga Citra Lestari, Yuk Lihat Gaya Keduanya

Terbangun Saat Sentuh Benda Lembek, Remaja Ini Kaget Lihat Ular Piton Merayapi Lehernya

VIDEO - Keributan Antara Sopir Taksi Online dan Konvensional di Depan DC Mall, Jumat (22/3) Malam

Heboh Fatwa Haram Game PUBG, Berikut Penjelasan Psikolog Forensik, Mengubah Prilaku dari Melihat

BERITA PERSIB - Jelang Kedatangan ke Batam, Miljan Radovic Ungkap Kondisi Fisik Para Pemain Persib

Terna semusim yang tingginya hanya 10-80 cm ini bukan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini berasal dari Amerika tropika.

Ia didatangkan oleh orang Spanyol pada zaman penjajahan abad XVII, ketika orang VOC masih merajalela bersaing dengan orang Spanyol dan Portugis menjajah bangsa kita.

Diduga yang berkenalan pertama kali dengan tanaman bawaan ini ialah orang Maluku (yang menyebutnya daun boba), dan Minahasa (yang menyebutnya leietokan), karena merekalah yang pertama kali dilanda penjajah Spanyol dari Filipina.

Halaman
1234
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved