Pandai Pakai Gawai Namun Minim Etika, Mendikbud Sebut Indonesia Dilanda Tunamedia Sosial

"Ada juga literasi finansial, budaya, sains, dan digital,” kata Muhadjir saat menghadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Alun-Alun Cian

Pandai Pakai Gawai Namun Minim Etika, Mendikbud Sebut Indonesia Dilanda Tunamedia Sosial
KOMPAS.com/Achmad Faizal
Mendikbud Muhajir Effendi di Surabaya, Sabtu (6/8/2016). 

TRIBUNBATAM.id - Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ( Mendikbud) RI Muhajir Effendy mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini sedang dilanda fenomena tunamedia sosial.

Apakah maksudnya? Menurut Muhajir, tunamedia sosial merupakan fenomena masyarakat yang saat ini begitu akrab dengan media dan digital serta sangat pandai menggunakan gawai, namun sangat minim dalam hal etika dan tidak tahu cara menggunakan media sosial dengan baik dan bijak.

Padahal, lanjut Muhadjir, etika memegang peranan penting dalam penggunaan media sosial.

“Lagipula, literasi nasional saat ini sudah diperluas"

"Tak melulu soal baca dan tulis saja" 

"Ada juga literasi finansial, budaya, sains, dan digital,” kata Muhadjir saat menghadiri acara Gebyar Pendidikan dan Kebudayaan 2019 di Alun-Alun Cianjur, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat, Jumat (22/3/2019).

Timnas U23 Indonesia Kubur Impian Berlaga di Piala Asia U23 2020 Usai Kalah 0-1 dari Vietnam

Muhadjir menyebutkan, perluasan makna literasi ini harus semakin disikapi dengan penguasaan yang mumpuni dan komprehensif.

“Sehingga mereka pada akhirnya dapat berkontribusi dalam bidang yang bermanfaat,” ucapnya.

Sekretaris Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Cianjur, Asep Saepurohman, mengatakan, upaya pengembangan literasi harus diimbangi dengan kompetensi, kreatif dan berpikir kritis.

Halaman
12
Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved