Ditetapkan Tersangka Pembunuhan, Dr Wahyu Jayadi Menangis: Saya Sangat Menyesal

"Secara pribadi sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf. Saya tidak ada niat untuk menghabisi," tutur Wahyu Jayadi sembari menagis

Ditetapkan Tersangka Pembunuhan, Dr Wahyu Jayadi Menangis: Saya Sangat Menyesal
ari maryadi/tribungowa.com
Wahyu Jayadi digiring anggote Polres Gowa. 

TRIBUNBATAM.id - Doktor Wahyu Jayadi MpD (44) telah ditahan Polres Gowa dalam kasus pembunuhan Staf Biro Administrasi Umum dan Keuangan (BAUK) Universitas Negeri Makassar (UNM), Siti Sulaeha Djafar (39).

Pria yang berprofesi sebagai dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK) UNM ini ditahan mulai hari ini, Minggu (24/3/2019). Wahyu ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan Sitti Zulaeha.

Dosen Ilmu Pelatih Karate mengenakan pakaian tahanan dengan kedua tangannya terborgol. Ia tampak menangis sambil menundukkan kepalanya.

Pria asal Kabupaten Sinjai ini mengaku menyesal. Ia telah menghabisi nyawa Sitti Zulaeha Djafar, rekan kerjanya di Gedung Menara Pinisi UNM.

"Saya secara pribadi sangat menyesal atas apa yang saya lakukan," kata Ketua Pusat KKN UNM ini dengan kepala menunduk.

"Secara pribadi sekali lagi saya ucapkan permohonan maaf. Saya tidak ada niat untuk menghabisi," tutur Wahyu Jayadi sembari menagis di hadapan petugas dan awak media,

Mahasiswi di Palembang Bandar Arisan Online Bawa Uang Ratusan Juta, Fotonya Viral di Medsos

Mengenal Sosok Vincentia Tiffani, Mahasiswi Muda yang Ingin Jadi Istri Kedua Sandiaga Uno

Kedekatan Ariel Noah dan Putrinya Saat Berlibur di Jepang, Intip Kebersamaan Mereka

Didesain dengan Kamera 48 MP, Ini Sederet Perbedaan Redmi Note 7 dan Vivo V15 Pro

Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga merilis pengungkapan pembunuhan Staf BAUK UNM, Sitti Zulaeha Djafar. (ari maryadi/tribungowa.com)
Kapolres Gowa AKBP Shinto Silitonga merilis pengungkapan pembunuhan Staf BAUK UNM, Sitti Zulaeha Djafar. (ari maryadi/tribungowa.com) ()

Tak lupa, doktor lulusan Universitas Negeri Jakarta ini ikut menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga besar Zulaeha.

"Permohonan maaf yang sangat dalam kepada keluarga besar Almarhum. Saya sangat menyesali apa yang telah saya lakukan," tandas Wahyu Jayadi.

Atas perbuatannya, Wahyu Jayadi dikenakan pasal berlapis. Pertama pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Keduanya pasal 351 ayat 3 KUHP tentang penganiyaan berat yang menimbulkan korban meninggal dunia.

Wahyu Jayadi terancam hukuman penjara 15 tahun penjara.

Editor: Rio Batubara
Sumber: Tribun Timur
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved