BATAM TERKINI

Terdakwa Sebut Kembalikan Rp 160 Juta, Korban Ngaku Terima Rp 50 Juta, Mutiara Ungkap Kejanggalan

Mutiara Hasibuan, menilai ada kejanggalan nilai uang yang ia terima. Saat di persidangan, hakim mengatakan pelaku akan kembalikan semua uang dia.

Terdakwa Sebut Kembalikan Rp 160 Juta, Korban Ngaku Terima Rp 50 Juta, Mutiara Ungkap Kejanggalan
TRIBUNBATAM/LEO HALAWA
Suasana sidang ketiga pelaku penipuan online melalui Facebook Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria dan satu WNI bernama Astrid Herline mendengarkan putusan hakim Pengadilan Negeri Batam, Senin (25/3/2019) sore. 

Terdakwa Ngaku Kembalikan Semua Uang Tapi Korban Ngaku Cuma Terima Rp 50 Juta, Mutiara Ungkap Kejanggalan Ini

TRIBUNBATAM.ID, BATAM - Mutiara Hasibuan, korban penipuan yang dilakukan oleh Tiga Warga Negara Asing (WNA) asal Nigeria dan satu perempuan WNI mengaku kecewa berat dengan vonis yang dijatuhkan Pengadilan Negeri Batam, Senin (25/3/2019).

Sebagaimana diketahui, otak pelaku penipuan bernama Ihebuzoraju Nkemjika Christin alias Christ Ken divonis satu tahun penjara.

Sementara Chukwuemeka alias Emeka, Anoliefo Emeka John alias Sunana dan satu perempuan WNI bernama Astrid Herline divonis dengan hukuman yang sama yakni enam bulan penjara.

“Jelas-jelas kecewa. Ini hukum tidak fair. Saya ditipu habis-habisan. Tuntutan jaksa dan vonis malah super ringan,” kata Mutiara.

Sebab, saat dikonfirmasi membantah kerugian yang ditipu keempat terdakwa sebesar Rp 160.500.000 sudah dikembalikan.

“Tidak semua dikembalikan. Yang dikembalikan melalui Ronauli Silaen adalah hanya Rp 50 juta. Jadi sisa Rp 110.500.000 belum dikembalikan. Jadi tidak ada kembali 100 persen,” katanya dengan nada kesal.

Hutan di Sekupang Terbakar, Warga Tonton Proses Pemadaman Kebakaran Oleh Petugas Damkar

Apakah Penyakit Asam Urat Bisa Sembuh Total? Simak Penjelasan Berikut Ini

Hari Ini, (26/3) Sejumlah Wilayah Batam Bakal Mati Lampu, Cek Lokasi dan Jadwal Pemadaman Disini

Ia mengatakan, Ronauli Silaen adalah perpanjangan tangan keempat terdakwa. Mereka kenal sebelumnya. Sehingga, untuk penyelesaian di tengah perjalanan hadir lah Ronauli Silaen.

Korban Mutiara Hasibuan menilai ada kejanggalan nilai uang yang ia terima. Ia mengatakan,saat di persidangan, hakim mengatakan pelaku akan mengembalikan uang korban.

Dan pelaku setuju akan dipulangkan 100 persen. Namun, saat perdamaian, Mutiara Hasibuan merasa dikelabui oleh oknum penyidik kepolisian.

“Saya merasa ditipu. Saat saya tanda tangan perdamaian saya tak dikasih foto kopi. Nilai uang juga tidak tertera. Kata oknum penyidik itu tanda tangan saja. Gak usah liat nominal. Saya hanya foto surat itu. Tidak ada foto kopinya,” jelas Mutiara Hasibuan.

Karena ketidaktahuan, meski tidak ada nominal uang pada surat perdamaian tersebut lanjut Mutiara Hasibuan, lalu menandatangani. Padahal lanjutnya, di muka persidangan, Ronauli Silaen mengakui telah menerima 100 persen dari pelaku.

“Tapi anehnya, sisa dari Rp 50 juta yang saya terima dijadikan sebagai uang operasional oleh Ronauli Silaen. Kan ini tidak fair, karena saya tak tahu itu. Saya tahunya damai uang saya kembali 100 persen. Jadi oknum penyidik dan Ronauli Silaen merasa menipu saya. Saya sangat tidak terima, bertubi-tubi penipuan ini saya alami,” ungkapnya. (tribunbatam.id/leo halawa)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved