Bolehkah Memeriksa Ponsel Milik Pasangan? Simak Penjelasan Psikolog

Karena penasaran, kadang kita ingin memeriksa ponsel pasangan. Sebenarnya, bolehkah memeriksa ponsel milik pasangan kita? Simak penjelasan psikolog

Bolehkah Memeriksa Ponsel Milik Pasangan? Simak Penjelasan Psikolog
net
Ilustrasi seorang wanita memegang ponsel 

TRIBUNBATAM.id - Rasa penasaran untuk memeriksa ponsel kekasih kita pasti kerap muncul.

Yah, ponsel telah menjadi benda yang tak bisa ditinggalkan dalam aktivitas sehari-hari. Bahkan, banyak orang yang memanfaatkan ponsel sebagai buku harian.

Ponsel juga berisi privasi seseorang.

Jadi, kita juga tak boleh sembarangan mengintip isi di dalamnya, termasuk ponsel pasangan kita. Psikolog bernama Claudia Luiz juga berpendapat demikian.

Menurutnya, mengintip telepon seseorang adalah bentuk pelanggaran privasi.

"Tapi, ini bisa menjadi hal yang membingungkan ketika pemilik ponsel tersebut adalah orang yang benar-benar dekat dengan kita," ungkapnya.

Meski demikian, kata Luiz, mengintip atau memeriksa secara diam-diam ponsel pasangan adalah hal yang serupa dengan melakukan kebohongan demi menghindari konflik.

Polemik Mobil Dinas Ex Pejabat Kepri, Kejati Desak Pengembalian Mobil Dinas, Pemprov Sungkan Meminta

Download Kumpulan Lagu Fourtwnty yang Enak Didengar Sebelum Tidur, Ada Lagu Zona Nyaman

Baking Soda hingga Daun Jambu Biji, Ini Dia 4 Bahan Alami Untuk Bersihkan Karang Gigi

Siswi SMA Hamil 4 Bulan Oleh Penjaga Toko, Ketahuan Setelah Orangtua Bawa Ke Puskesmas

Diajak Pergi Ambil Buah Duku, Bocah 8 Tahun Dicabuli, Pelaku Lari Setelah Korban Teriak

Jadi, kita harus-benar-benar berhenti memeriksa ponsel pasangan secara diam-diam. Pakar kencan Luarel House juga setuju dengan hal ini.

Dalam banyak kasus, menurut House, tak masalah jika kita melakukannya. Namun, munculnya keinginan untuk meakukannya bisa jadi pertanda adanya masalah kepercayaan dalam hubungan yang kita jalani.

"Melihat telepon pasangan menunjukkan ketidakpercayaan dan rasa tidak aman, dan itu dibangun dengan sendirinya, bahkan mungkin menjadi obsesi," katanya.

Halaman
123
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved