Waspada! Minum Jus Setiap Hari Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Seperti Yang Dialami Wanita Ini

Seorang wanita asal Israel dilarikan ke ICU karena mengalami kerusakan otak akibat mengonsumsi jus.

Waspada! Minum Jus Setiap Hari Bisa Sebabkan Kerusakan Otak, Seperti Yang Dialami Wanita Ini
youtube
Akibat Minum Jus Setiap Hari, Wanita Ini Alami Kerusakan Otak 

TRIBUNBATAM.id- Seorang wanita asal Israel dilarikan ke ICU karena mengonsumsi jus.

Wanita berusia 40 tahun itu diketahui mengalami kerusakan otak akibat mengonsumsi jus. 

Menurut Dailymail pada Selasa (2/4/2019), wanita ini memang tengah menjalani diet ketat selama 3 minggu dan hanya mengonsumsi jus buah.

Klasemen Liga Inggris - Manchester City Gulingkan Liverpool, Manchester United Turun Peringkat

Kangen Keluarga, 11 Bulan Buron, Pelaku Kasus Pembacokan Ini Ditangkap saat Pulang ke Rumah

Terkendala Komputer dan Jaringan Internet , Tujuh Sekolah di Karimun Belum UNBK

Hasil Liga Inggris Chelsea vs Brighton, Eden Hazard 1 Gol, 1 Assist, Chelsea Menang 3-0, Geser MU

Hal itu dilakukannya setelah dia mengunjungi terapis alternatif di Tel Aviv, dan memberikanya saran tersebut.

Sebagai bagian dari diet, dia hanya diperbolehan untuk mengonsumsi jus dan air saja.

Nahasnya, dia justu mengalami ketidakseimbangan garam di otaknya.

Suka Pria Oriental, Millendaru Ngaku Pernah Pacari Aktor Berdarah Bule Chinese: Masih Terkenal

Hasil Liga Italia Genoa vs Inter Milan, Mauro Icardi Main, Cetak 1 gol, 1 Assist, Inter menang 4-0

Pembantu Bobol Brankas Majikan di Pontianak, Ambil Dolar dan Jutaan Rupiah Tanpa Merusak Brankas

Sebanyak 2.555 Orang dengan HIV/ADIS di Kepri Mendapatkan Pengobatan Anti Retroviral (ARV)

Hal itu telah membuatnya diobservasi selama 3 hari, dan petugas medis khawatir tentang kerusakan otak permaneh yang mungkin dialami wanita ini.

Seperti diketahui, diet tersebut memang terbukti ampuh. Wanita ini berhasil menurunkan berat badannya hingga kurang dari 40 kg.

Sayangnya lagi, dia melakukan diet tersebut berdasarkan saran terapis yang tidak terdaftar secara medis.

Menurut keterangan, di Israel tidak ada kualifikasi tentang seseorang yang menyebut diri mereka sebagai terapis.

Halaman
12
Editor: Anne Maria
Sumber: Nakita
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved