Tak Berniat Kabur, Setelah Tusuk Kevin, Amat Tantoso Serahkan Diri ke Polisi Didampingi Keluarganya

Polresta Barelang menggelar ekspose kasus penikaman yang dilakukan oleh pengusaha Batam, Amat Tantoso terhadap seorang warna negara Malaysia.

Tak Berniat Kabur, Setelah Tusuk Kevin, Amat Tantoso Serahkan Diri ke Polisi Didampingi Keluarganya
tribunbatam.id/dipa nusantara
Kapolresta Barelang Kombes Pol Hengki didampingi Kasat Reskrim Polresta Barelang AKP Andri Kurniawan dalam Ekspose Kasus Penikaman atas tersangka Amat Tantoso 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Polresta Barelang menggelar ekspose kasus penikaman yang dilakukan oleh pengusaha Batam, Amat Tantoso terhadap seorang warna negara Malaysia bernama Kevin.

Kasus penikaman tersebut terjadi dipicu oleh masalah utang piutang antara keduanya.

Hal ini seperti yang diungkapkan oleh Kombes Pol Hengki, Kapolresta Barelang, ketika memimpin ekspose.

"Permasalahan pinjaman uang. Sehingga ini menyulut emosi pelaku terhadap korban," terangnya.

Seusai ekspose digelar, kuasa hukum Amat Tantoso pun angkat bicara.

Dari penuturannya, Amat Tantoso bersikap gentleman setelah melakukan penikaman terhadap Kevin, dengan mendatangi Polsek Lubuk Baja, beberapa saat setelah peristiwa itu terjadi.

Amat Tantoso Tikam Kevin Warga Malaysia Pakai Sangkur, Polisi : Pisau Sudah Disiapkan Pelaku

Amat Tantoso Emosi, Korban Tidak Mau Tandatangani Cek Rp 7 Miliar, Kalap dan Tikam Kevin

Terungkap Pisau yang Dipakai Amat Tantoso untuk Menusuk Kelvin Hong Ternyata Milik Sosok Ini

Kondisi Amat Tantoso Seharian Diperiksa Polisi, Pengacara Sebut Amat Emosi saat Pertahankan Harta

"Setelah melakukan penikaman kepada Kevin, klien saya Amat Tantoso langsung menyerahkan diri ke Polsek Lubuk Baja saat itu juga. Bagi saya, Pak Amat merupakan pribadi yang sportif. Beliau tidak ada fikiran untuk kabur," ujar pria yang diketahui bernama Nur Hafiq tersebut.

Saat hendak menyerahkan diri, pihak keluarga dari Amat Tantoso juga ikut mendampingi.

Saat ini pihak Amat Tantoso sedang berupaya untuk menindaklanjuti kasus ini sebagai penggelapan uang.

"Ini ada semacam penggelapan uang di dalamnya, karena Mina merupakan orang kepercayaan Pak Amat. Dan transaksi peminjaman yang diberikan kepada korban, tidak diketahui oleh Pak Amat. Jadi kami masih menyusun laporannya," jelasnya lagi.

Akibat perbuatannya, Amat Tantoso dikenai pasal 351 ayat 2 dengan ancaman hukuman lima tahun penjara. (tribunbatam.id/m rifki)

Editor: Tri Indaryani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved