Kadishub Karimun Imbau Nahkoda Boat Pancung Tak Lagi Pakai Dermaga Gabion: Rawan Rubuh!

Dinas perhubungan Karimun meminta [ara nahkoda boat pancung untuk menurunkan penumpang di Dermaga Sri Karimun, bukan di Dermaga Gabion.

Kadishub Karimun Imbau Nahkoda Boat Pancung Tak Lagi Pakai Dermaga Gabion: Rawan Rubuh!
TribunBatam.id/Elhadif Putra
Warga turun dari boat pancung di Dermaga Gabion Karimun. Jembatan itu rawan rubuh karena kayu-kayunya sudah banyak yang lapuk. 

Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra

TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Dinas perhubungan Karimun meminta [ara nahkoda boat pancung untuk menurunkan penumpang di Dermaga Sri Karimun, bukan di Dermaga Gabion.

Pasalnya, kondisi dermaga yang terletak di belakang Hotel Gabion, Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, itu cukup memperihatinkan.

"Kondisi dermaga belakang Gabion sudah parah. Kayu-kayunya sudah lapuk. Sewaktu-sewaktu bisa rubuh. Ini bisa jadi bom waktu," kata Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Karimun, Fajar Horison yang dijumpai di kediaman dinas Bupati Karimun pada Selasa (16/4/2019) pagi.

Faktor keselamatan penumpang di dermaga Gabion memang harus diperhatikan.

Pasalnya beberapa waktu lalu, bagian dermaga menuju pelabuhan sempat rubuh.

Bahkan beberapa orang ikut terjatuh ke dalam laut akibat peristiwa tersebut. 

Diketahui, pelabuhan tersebut digunakan sebagai akses turun naiknya penumpang rute Tanjungbalai Karimun-Pulau Parit, Tanjungbalai Karimun-Pulau Tulang dan Tanjungbalai Karimun-Gunung Papan.

Untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, Fajar meminta agar nahkoda boat pancung memanfaatkan pelabuhan di belakang Pasar Sri Karimun sebagai lokasi menurunkan ataupun menaikan penumpang.

"Kita mengimbau penumpang Pulau Parit dan Tulang naik di Sri Karimun. Kita sudah imbau sejak semalam (kemarin)," ujarnya.

Bahkan, pihaknya juga telah mensosialisasikan hal ini sejak dua bulan belakangan.

Sosialisasi ditujukan kepada masyarakat, nahkoda boat pancung serta melalui Kepala Desa Parit dan Tulang.

"Kita arahkan kapal singgah ke Sri Karimun untuk naik turun penumpang," tutur Fajar.

Fajar mengatakan, pemerintah juga tidak bisa melakukan perbaikan dermaga Gabion karena pelabuhan tersebut masih di bawah kewenangan LKMD setempat.

"Kita maunya dermaga itu diserahkan ke kita. Untuk saat ini kita tidak bisa memperbaiki karena bukan kewenangan kita," terang Fajar.

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved