KPU Tindaklanjuti Rekomendas Bawaslu Terkiat Pemungutan Suara Ulang di Malaysia

"Hanya untuk pos saja sebanyak 319.293 suara yang akan melakukan pencoblosan ulang. Surat suara Pos juga tidak dihitung saat jadwal perhitungan," ujar

KPU Tindaklanjuti Rekomendas Bawaslu Terkiat Pemungutan Suara Ulang di Malaysia
KOMPAS.Com/Fitria Chusna Farisa
Komisioner KPU Wahyu Setiawan 

TRIBUNBATAM.id - Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan tindak lanjut atas rekomendasi Bawaslu tentang Pemilihan Suara Ulang (PSU) di Kuala Lumpur Malaysia.

Komisioner KPU Wahyu Setiawan mengatakan, pihaknya akan meneruskan rekomendasi dari Bawaslu tentang PSU untuk kategori Pos.

"Hanya untuk pos saja sebanyak 319.293 suara yang akan melakukan pencoblosan ulang. Surat suara Pos juga tidak dihitung saat jadwal perhitungan," ujar dia di Hotel Ritz Carlton Jakarta, Rabu (17/4/2019). 

Wahyu menambahkan, nantinya surat suara yang akan dihitung hanya surat suara yang merupakan kategori TPS Luar Negeri dan Kotak Suara Keliling (KSK). 

Sementara untuk jadwal PSU, menunggu hasil koordinasi dengan percetakan dan distribusi serta persiapan pelipatan dan pengiriman.

Bawaslu Rekomendasikan Pemungutan Suara Ulang di Malaysia

BPJS Kesehatan Bayar Utang ke Rumah Sakit, Jumlahnya Sampai Rp 11 Triliun

Live Score Hasil Babak Pertama Perempat Final Liga Champions Juventus vs Ajax, Skor 1-1

Satu Kampung Hilang Akibat Bencana, KPU Palu Berlakukan TPS Khusus untuk Wilayah Ini

"Kami koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Jadwalnya akan menyusul. Semoga bisa cepat," tukasnya.

Sebelumnya, Bawaslu telah resmi meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) melakukan pemungutan suara ulang di Malaysia setelah adanya penemuan kasus surat suara tercoblos di Kuala Lumpur, Malaysia.

Anggota Bawaslu Rahmat Bagja mengatakan, dengan temuan surat suara tercoblos di Kuala Lumpur, Bawaslu merekomendasikan kepada KPU untuk melakukan pemungutan suara ulang dengan metode pos.

“Bawaslu merekomendasikan pemungutan suara ulang kepada 319.293 pemilih. Rekomendasi ini khusus untuk pemilu yang melalui pos,” kata Rahmat saat konferensi pers di Kantor Bawaslu, Selasa (16/4/2019).

Google Doodle Hadirkan Gimmic Pemilu 2019, Tampilkan Gambar Cartoon Proses Pemungutan Suara

Kontroversi Film Sexy Killer Karena Kampanyekan Golput, Begini Respon Moeldoko

6 Khasiat Luar Biasa Buah Persik, Mampu Sembuhkan Kanker, Anemia hingga Kesehatan Jantung

Ramadhan 2019 - Jaga Lambung Tetap Sehat, Hindari Makan Keju dan Coklat saat Sahur dan Berbuka

Bawaslu juga meminta KPU memecat dua anggota panitia pemilihan luar negeri (PPLN) Kuala Lumpur yakni Krishna Hannan dan Djadjuk Natsir. 

Bawaslu menilai keduanya dinilai kurang profesional dalam melakukan penyelenggaraan pemilu melalui metode pos.

Sementara itu, Ketua Bawaslu Abhan mengatakan, pihaknya belum bisa menyimpulkan keaslian surat suara yang telah tercoblos tersebut. 

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul KPU Tindaklanjuti Rekomendasi Bawaslu untuk Pemilihan Suara Ulang di Kuala Lumpur

Editor: Zabur Anjasfianto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved