Baru Sebulan Kerja, Pembantu Asal Indonesia Bunuh Majikan di Singapore. Motifnya Aneh: Kangen Pacar

Saya harus melaksanakan rencana ini dengan cepat. Saya harus berani walaupun hidup dipertaruhkan. Saya siap menghadapi semua risiko

Baru Sebulan Kerja, Pembantu Asal Indonesia Bunuh Majikan di Singapore. Motifnya Aneh: Kangen Pacar
The Straits Times
Polisi melakukan penyidikan di rumah tempat pembantu Indonesia bunuh majikan di Singapore 

TRIBUNBATAM.id, SINGAPORE - Baru sebulan kerja, pembantu asal Indonesia membunuh majikannya di Singfapore.

Anehnya, pembantu ini membunuh majikannya karena alasan sepele, rindu dengan kekasihnya yang berada di Hong Kong.

Dilansir TribunBatam.id dari The Straits Times Singapore, pembantu bernama Daryati (26) ini dinyatakan bersalah karena telah membunuh majikannya bernama Nyonya Seow Kim Choo yang beralamat di Telok Kurau, Singapore.

Terkapar dengan Mulut Berbusa, Simak Fakta 4 Cleaning Service Kejang Usai Minum Kopi Keliling

GEGER LAGI Penemuan Korban Mutilasi, Mayat Tanpa Kepala Dalam Ember di Pinggir Sungai

Hasil Real Count Sementara Pileg 2019, PDI-P Teratas Disusul Golkar dan Gerindra

Namun, sebulan kerja, Daryati mengaku sangat rindu ingin pulang kampung dan kekasihnya di Hong Kong.

Karena sudah terikat kontrak kerja, Daryati tentu tidak bisa meninggalkan pekerjaan begitu saja.

Lalu, terbersitlah rencana untuk membunuh majikan agar bisa mendcuri paspornya yang disimpan di brankas majikan untuk kabur dari rumah tersebut.

Dalam persidangan di Pengadilan Tinggi Singapore, Selasa (23/4/2019), jaksa menyebutkan, pembantu tersebut juga ingin mengambil uang milik majikannya di laci yang terkunci.

Daryati menghadapi hukuman mati karena menikam Ny Seow Kim Choo pada 7 Juni 2016 secara sadis.

TKW Terancam Hukuman Mati di Singapore. Majikan Tewas dengan 98 Luka, Rancang di Buku Harian

Menurut jaksa, wanita berusia 59 tahun itu tewas dengan 98 luka akibat pisau, sebagian besar luka berada di kepala dan lehernya.

Daryati adalah pembantu rumah tangga asing pertama yang diadili karena pembunuhan setelah kasus Flor Contemplacion Filipina yang digantung tahun 1995.

Halaman
1234
Penulis: Alfian Zainal
Editor: Alfian Zainal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved