Arah Politik PAN usai Pilpres 2019, Soetrisno Bachir: Sudah Bisa Terbaca

Arah politik Partai Amanat Nasional (PAN) pasca Pilpres 2019 mulai menjadi pembicaraan seiring pertemuan Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo.

Arah Politik PAN usai Pilpres 2019, Soetrisno Bachir: Sudah Bisa Terbaca
KOMPAS.COM
Mantan Ketum PAN Soetrisno Bachir 

TRIBUNBATAM.id - Arah politik Partai Amanat Nasional (PAN) pasca Pilpres 2019 mulai menjadi pembicaraan seiring pertemuan Zulkifli Hasan dengan Presiden Joko Widodo.

Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Soetrisno Bachir mengaku mulai membaca arah politik PAN setelah Pemilu Serentak 17 April 2019.

Pertemuan  Zulkifli Hasan dengan Jokowi, diakui Ketua Mahkamah Partai Amanat Nasional ( PAN) Yasin Kara bisa membuka peluang partainya bergabung kembali dengan kubu capres petahana.

"Membuka diri, kita tetap membuka diri. PAN partai paling rasional yang pernah ada. Bisa bergabung (ke Jokowi) bisa tidak," kata Yasin di Jakarta, Sabtu (27/4/2019).

Politikus senior PAN ini menilai arah koalisi PAN ke depan akan tergantung dengan evaluasi internal pasca pemilu 2019 usai.

Wacana Partai Demokrat Merapat ke Jokowi, Sandiaga Uno Yakin Partai Koalisinya Tetap Solid

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan.
Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan. (Chaerul Umam/Tribunnews.com)
 

Jika dalam evaluasi tersebut PAN dinilai sudah cocok bersama koalisi parpol pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, maka PAN akan mempertahankan posisinya.

Namun, jika posisi PAN dinilai sudah tidak cocok disana, maka bisa jadi PAN kembali mengalihkan dukungan dan bergabung dengan koalisi Jokowi.

"Pemilu ini menjadi ajang ujian menilai kaeakter sesungguhnya. Kaya teman itu kalau kita berteman dengan orang, menilai dia baik atau tidak itu jalan dulu satu atau dua minggu gitu sama-sama, nah kalau disitu lolos artinya teman baik tapi kalau dia tidak lolos artinya tidak pas, sama dengan pemilu ini," ujar dia.

2 Kejadian dalam Dua Hari, Ditinggal Sebentar HP dan Laptop Dalam Mobil Hilang Diambil Orang

Sebelum pilpres 2019, PAN sendiri sebebarnya ada di pemerintahan Jokowi.

Namun menjelang pilpres PAN memutuskan untuk bergabung dengan koalisi Prabowo-Sandi dan menarik satu menterinya dari kabinet.

"Kita telah menggandeng koalisi ada Gerindra, PAN, PKS, Berkarya, berjalan seiring nih, ini kan saling uji itu cocok sini atau lebih cocok sana. Yang pasti bahwa pikirannya adalah kecocokan itu adalah dalam rangka membagun bangsa Indonesia kedepan," tambah dia.

Dilansir kompas.com, Mantan Ketua Umum Partai Amanat Nasional ( PAN) Soetrisno Bachir mengaku mulai membaca arah politik PAN setelah Pemilu Serentak 17 April 2019.

Halaman
1234
Editor: Agus Tri Harsanto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved