Pertemuan Koordinasi Pengelolaan limbah Medis Fasyankes Tingkat Provinsi Kepulauan Riau

Limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan tentunya menjadi perhatian utama jika tidak dikelola secara baik

Pertemuan Koordinasi Pengelolaan limbah Medis Fasyankes Tingkat Provinsi Kepulauan Riau
ist
Kadis Tjejep Yudiana berfoto bersama peserta dan panitia di Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Limbah Medis Fasyankes Tingkat Provinsi Kepulauan (2/2) 

TRIBUNBATAM.id - Limbah medis dari fasilitas pelayanan kesehatan tentunya menjadi perhatian utama jika tidak dikelola secara baik karena dapat menimbulkan dampak negatif bagi manusia maupun lingkungan.

Limbah medis juga termasuk ke dalam kategori limbah berbahaya dan beracun, Estimasi WHO 2004, akibat dari limbah medis tajam dapat menyebabkan infeksi virus Hepatitis B dan C, virus HIV dan bibit penyakit lainnya.

Untuk itu semua institusi penghasil limbah harus melakukan pengelolaan limbah yang aman dan ramah lingkungan melalui upaya meminimalisasi limbah.

Pedoman yang dijadikan acuan dalam pengelolaan limbah medis fasyankes adalah Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan nomor P.56 tahun 2015 tentang Tata Cara dan Persyaratan Teknis Pengelolaan Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan. Peraturan telah memberikan arahan yang jelas dalam mengelola Limbah Bahan berbahaya dan Beracun di Fasyankes.

Suasana Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Limbah Medis Fasyankes Tingkat Provinsi Kepulauan
Suasana Pertemuan Koordinasi Pengelolaan Limbah Medis Fasyankes Tingkat Provinsi Kepulauan (ist)

Dinkes Kepri Gelar Orientasi Pencegahan & Penanganan KLB Keracunan Pangan

Kendalikan Penyakit Menular, Dinkes Kepri Gelar Pertemuan Tim Gerak Cepat

Dinkes Kepri Menggelar Uji Kompetensi Jabatan Fungsional Kesehatan

Dinkes Kepri Gelar Pelatihan Pelayanan Kesehatan Lansia dan Geriatri bagi Petugas Puskesmas

 

Untuk meningkatkan koordinasi dalam penanganan dan pengelolaan limbah medis fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan melaksanakan pertemuan koordinasi pengelolaan limbah medis fasyankes tingkat Provinsi Kepulauan Riau Tahun 2019.

Jumlah Peserta dalam pertemuan ini sebanyak  33 orang yang berasal dari lintas sektor dan lintas program di Tingkat Provinsi dan 7 Kabupaten Kota yang terdiri dari Kabid Kesehatan Masyarakat/Kasi Kesehatan Lingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Kota, Kabid Pelayanan Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi dan Kabupaten Kota, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Kabupaten Kota, Dinas Perhubungan dan Rumah Sakit yang ada diwilayah Kerja Provinsi dan Kabupaten Kota dengan rincian Provinsi Kepulauan Riau sebanyak 3 orang, Kota Tanjung pinang sebanyak 5 orang, Kabupaten Bintan sebanyak 5 orang,Kota Batam sebanyak 6 orang,Kabupaten Lingga sebanyak 5 orang,Kabupaten Karimun sebanyak 5 orang,Kabupaten Anambas sebanyak 2 orang dan Kabupaten Natuna sebanyak 2 orang.

Dengan mendatangkan Narasumber yang ahli dibidangnya pada petemuan ini berasal dari Direktorat Kesehatan Lingkungan Kementerian Kesehatan RI,Direktorat verifikasi limbah B3 dan Non B3, Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Kepulauan Riau dan Dinas Kesehatan Provinsi Kepulauan Riau.

Pertemuan ini diselenggarakan pada Kamis hingga Sabtu, tanggal 2 hingga 4 Februari 2019 bertempat di The BCC Hotel and Residence Kota Batam, Jl. Bunga Mawar, Baloi Permai, Kota Batam.

Editor: Rio Batubara
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved