Ramadhan 2019

Putu Piring Kue Khas Melayu Saat Puasa Ramadhan Selalu Jadi Incaran, Ternyata Ini Istimewanya

Putu piring, kue khas melayu yang banyak dicari di bulan ramadhan. Karena kue ini dijual masih dalam keadaan panas, proses pembuatan dilihat langsung.

Putu Piring Kue Khas Melayu Saat Puasa Ramadhan Selalu Jadi Incaran, Ternyata Ini Istimewanya
TRIBUNBATAM/Andriani
Putu Piring salah satu menu khas melayu yang ada saat bulan suci ramadhan 

TRIBUNBATAM.id - Kepulauan Riau mempunyai beragam jenis makanan khasnya.

Mulai dari makanan hasil lautnya, hingga makanan tradisional yang terbilang sudah sulit untuk ditemukan di beberapa tempat.

Seperti makanan satu ini, bagi mereka yang sudah lama mendiami tanah melayu, tentu sudah tidak asing dengan putu piring

Putu piring mempunyai bahan dasar sama seperti putu lainnya.
Tetapi jika benar-benar dirasa, putu piring mempunyai rasa yang unik dan sedikit berbeda. Selain itu dari bentuk juga berbeda.
Seperti namanya putu piring, bentuknya menyerupai piring, yang berbentuk bulat dan pipih. 
Putu ini dibuat dari bahan dasar berbahan berwarna kuning yang diisikan dengan gula merah pada bagian tengahnya, dan dinikmati berrsama kelapa parut putih.
Aromanya tercium khas, apalagi saat masih dalam keadaan panas, dan baru saja masak dengan cara diuap.
Putu piring menjadi makanan khas melayu Kepri.
Di beberapa daerah di Kepri sudah tidak asing dengan makanan satu ini, dan untuk bulan ramadan sendiri. 
Putu piring biasanya dapat ditemukan di beberapa pasar ramadan, salah satunya di pasar ramadan Tanjung Uma yang terbilang masih kental dengan melayunya.
Terlihat penjual tengah asik membuat putu piring, yang dibantu dengan seorang anak menaburkan kelapa parut, melayani pembeli.
Khasnya putu piring yang berwarna kuning, membuat kue ini mudah ditemukan di salah satu pedagang yang hanya menjual putupiring.
"Ini ada panas panas gini pas bulan puasa. Kalau hari biasa, dititip aja.
Kalau udah setengah enam udah habis. Banyak juga yang cari dan beli putu piring ini," kata Nur, penjual putu piring di Tanjung Uma yang tengah asik membuat putu piring dengan cekatan.
Proses pembuatan Putu Piring di pasar ramadhan Tanjung Uma
Proses pembuatan Putu Piring di pasar ramadhan Tanjung Uma (TRIBUNBATAM/Andriani)
 
Satu persatu pembeli mulai ramai yang membeli. Dan rata-rata adalah mereka keturunan melayu, seperti salah saeorang warga  yang jauh jauh dari Tiban untuk mendapatkan putu piring
"Saya dari Tanjung Batu, jadi tau sama putu piring jauh dari Tiban cuman cuman mau cari ini aja. Pas bulan puasa ini baru bisa dapat," ungkapnya.
Bentuk bulat pipih dengan gula merah dan kelapa putihnya. Sudah menjadi khas yang tidak dapat ditinggalkan. Apalagi saat dinikmati di atas daun pisang.
Maka aromanya akan semakin terasa. 
(*)

Penulis: Mona Andriani
Editor: Mona Andriani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved