Amien Rais Ingatkan Wiranto Saat Gunakan Kekuasaannya: Wiranto, Hati-hati Anda!

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN), Amien Rais berpendapat, seharusnya seseorang tidak dapat ditangkap karena melontarkan kritik.

Amien Rais Ingatkan Wiranto Saat Gunakan Kekuasaannya: Wiranto, Hati-hati Anda!
KOMPAS.com/KRISTIANTO PURNOMO
Amien Rais 

TRIBUNBATAM.id, JAKARTA - Anggota Dewan Pembina Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan Prabowo - Sandiaga, Amien Rais memperingatkan Menko Polhukam Wiranto untuk hati-hati dalam menggunakan kekuasaannya.

Wiranto, menurut Amien, telah melakukan abuse of power atau penyalahgunaan wewenang sebagai Menko Polhukam.

"Jadi Pak Wiranto perlu dibawa ke Mahkamah Internasional, karena dia melakukan abuse of power," ujar Amien saat ditemui seusai menghadiri acara 'Mengungkap Fakta-Fakta Kecurangan Pilpres 2019' di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta Pusat, Selasa (14/5/2019).

Komentar ini muncul setelah Tim Asistensi Hukum Nasional yang dibentuk Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Wiranto mulai melakukan kajian aktivitas dan ucapan sejumlah tokoh setelah Pemilu 2019.

Salah satu tokoh yang dikaji yakni Amien Rais.

Menurut Amien, Wiranto telah menggunakan kekuasaan untuk membidik lawan-lawan politiknya.

Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) itu berpendapat, seharusnya seseorang tidak dapat ditangkap karena melontarkan kritik.

Depresi Karena Orangtuanya Nikah Lagi, Remaja 16 Tahun Bunuh Diri Setelah Gelar Polling di Instagram

HEBOH di Media Sosial Jenazah Warga Karimun Ditinggal Pesawat, Begini Penjelasan Pihak Lion Air

Mural Gambar Mata Satu di Kafe Gibran Rakabuming Diungkit, Reaksi Kaesang Bikin Netizen Terpingkal

2 Wanita yang Ancam Penggal Jokowi Dicari Polisi dan Diminta Menyerahkan Diri

"Dengan kuasanya, dia (Wiranto) akan membidik lawan-lawan politiknya. Di muka bumi ini orang ngomong ditangkap itu enggak ada. Wiranto, hati-hati Anda," kata Amien. 

Sebelumnya, salah satu anggota Tim Asistensi Hukum Nasional, Romli Atmasasmita, mengatakan, ada 13 tokoh yang aktivitas dan ucapannya sudah dikaji oleh tim.

"Di rapat terakhir ada 13 tokoh dipaparkan fakta-faktanya terkait mereka," kata Romli kepada Kompas.com, Senin (13/5/2019).

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved