Diduga Akan Mengikuti People Power, Bus Berisi Puluhan Orang Diamankan Polisi
"Tunggu di sini dulu. Nanti kalu mau meliput nunggu instruksi dari Wakapolres," ujar satu di antara petugas kepolisian di pintu Polres Malang Kota.
TRIBUNBATAM.id - Polisi mengamankan sebuah bus di Jalan Puncak Borobudur, Lowokwaru, Kota Malang pada Minggu (19/5/2019).
Kejadian itu terjadi pada pukul 13:00 WIB saat rombongan yang berjumlah 20 orang itu henda berangkat ke Jakarta untuk mengikuti aksi pada 22 Mei.
Dari pantauan SURYAMALANG.COM Bus berwarna hitam itu telah diamankan di halaman Polres Malang Kota.
Awak media yang akan meliput sempat dihalau oleh Polisi lantaran masih belum ada instruksi dari Wakapolres Malang, Kompol Ari Trestiawan.
"Tunggu di sini dulu. Nanti kalu mau meliput nunggu instruksi dari Wakapolres," ujar satu di antara petugas kepolisian di pintu Polres Malang Kota.
• Berkat Google Translate, Pria yang Hilang Selama 20 Tahun Bisa Kembali Bertemu Keluarga
• Sejarah Hari Kebangkitan Nasional 20 Mei, Soekarno Serukan Indonesia Jangan Terpecah karena Politik
• Tak Sekadar Menyediakan Uang Tunai, Perbankan Siaga Menyambut Lebaran
• Ditipu Pelanggannya, Bos Toko Handphone di Tangerang Dibayar Rp 138 Juta dengan Potongan Koran
Setelah menunggu beberapa menit, awak media akhirnya diperbolehkan masuk dan langsung menghadap ke Kapolres Malang Kota AKBP Asfuri.
Asfuri menjelaskan, pengamanan ini dilakukan atas dasar untuk mengantisipasi aksi gerakan people power pada 22 Mei di Jakarta.
"Mulai Sabtu kemarin (18/5/2019), kami mengadakan patroli gabungan bersama TNI dan Satpol PP," ucapnya kepada SURYAMALANG.COM, Minggu (19/5/2019).
Kata Asfuri, pengamanan ini dilakukan di setiap sudut perbatasan Kota Malang dan di setiap stasiun maupun terminal.
Maka dari itu, ia mengimbau kepada masyarakat agar tidak mengikuti aksi 22 Mei di Jakarta nanti.
Menurutnya, Kota Malang ini sudah aman dan kondusif, jadi dirinya ingin menjaga masyarakat agar tidak ikut datang.
"Kami inisiatif menjaga masyarakat dan keselamatan bersama, ini adalah wujud perhatian kami kepada masyarakat," ujarnya.
Larangan Polisi kepada warga Kota Malang agar tidak berangkat itu ialah adanya kabar bahwa aksi 22 Mei itu rawan pergesekan.
Dari informasi yang berkembang, akan ada teroris yang akan melakukan pengeboman pada tanggal 22 Mei.
Rencananya, juga ada kelompok tertentu yang akan membuat kisruh di tanggal 22 Mei.