Mukena Syahrini Terjual 5 Ribu Pcs, Ditjen Pajak RI Singgung PPN yang Harus Dibayar Rp 1,75 Miliar
Mukena Syahrini terjual 5000 pcs, Ditjen singgung PPN yang harus dibayar, jumlah Rp 1,75 miliar.
TRIBUNBATAM.id - Bulan Ramadhan tahun ini, Syahrini menjual mukena yang mana harganya Rp 3.5 juta.
Dari kabarnya penjualan mukena Syahrini sudah mencapai lebih dari 5000 pcs.
Saat hebohnya mukena Syahrini, akun twitter resmi Ditjen Pajak RI menyampaikan jumlah pajak yang harus dibayar dari total penjualan mukena Syahrini.
Bukan sembarang mukena, Syahrini menjual mukena dengan harga Rp 3,5 juta.
Mukena tersebut dihiasi pin SYR yang terbuat dari emas asli 24 karat.
Meski menuai pro dan kontra karena mukenanya terhitung mahal.
• Lahan Seluas 200m2 Persegi Jadi Hak Milik, Ini Penjelasan Walikota Batam
• Cuaca Tak Bersahabat, Kapal Kelud Delay Setengah Hari, Calon Penumpang Menunggu di Tenda
• Rem Blong, Truk Kontainer Bermuatan 26 Ton Garam Robohkan Tembok Sepanjang 20 Meter
• Istri Pilot Vincent Raditya Ikut Jadi Sorotan Karena Parasnya, Ini Potret Novita Condro
Diketahui dari postingan terbaru di akun instagram Story milik Syarini, mukena mahal tersebut rupanya telah terjual lebih dari 5000 pcs dalam waktu yang cukup singkat.
Mukena Signature Syahrini by Fatimah Syahrini yang terdiri dari 3 warna elegan itu rupanya terbuat dari bahan mentah pilihan.
Mukena seharga 3,5 juta rupiah itu juga memiliki serat kain bekualitas, yang dibuat dengan teknologi modern.
Mukena tersebut sudah dilengkapi dengan ciput di dalamnya, sehingga aman digunakan (tidak melorot) dan tampilan luar mukena tetap terlihat rapi tanpa tali pengikat.
Pada logo "SYR" juga terdapat butiran kristal Swarowski, yang menambah kemewahan dari mukena mahal milik Syahrini tersebut.
Di tengah ramai kabar tersebut, akun Twitter resmi Ditjen Pajak RI mendadak ikut nimbrung.
Mereka berkicau terkait besaran keuntungan dan pajak yang mirip seperti penjualan mukena Syahrini.
"Penjualan mukena 5000 buah @ Rp. 3,5 juta. Rp. 3.500.000 x 5000 = Rp. 17,5 Miliar.
PPN 10% = Rp. 1,75 Miliar," tulis @DitjenPajakRI.