KARIMUN TERKINI
Tabung Oksigen Kosong, Nyawa Pasien IGD di Rumah Sakit Karimun Gagal Terselamatkan
Pelaporan karena pihak keluarga pasien atas nama Hermansyah (45) merasa ada unsur kelalaian hingga berakibat hilangnya nyawa
Laporan Tribunnews Batam, Elhadif Putra
TRIBUNBATAM.id, KARIMUN - Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Muhammad Sani Kabupaten Karimun, Kepri terancam dilaporkan pasien ke polisi.
Pelaporan karena pihak keluarga pasien atas nama Hermansyah (45) merasa ada unsur kelalaian hingga berakibat hilangnya nyawa.
Kasus ini bermula saat Hermansyah datang ke RSUD Muhammad Sani pada Jumat (14/6) siang atas keluhan demam. Ketika berobat, Hermansyah ditemani oleh seorang saudaranya.
"Adik saya itu demam biasa saja tadi pagi. Ia ke RSUD ditemani adik saya yang nomor dua," kata Edi Anwar, kakak laki-laki Hermansyah di RSUD Muhammad Sani, Jumat (14/6) malam.
Di RSUD Muhammad Sani, Hermansyah langsung mendapatkan penanganan dari petugas medis. Ia mendapatkan suntikan dan obat-obatan. Setelah berobat, Hermansyah kemudian pulang ke rumah.
• Di Lapas Gunung Sindur, Setnov Nginap Bereng Teroris dan Napi Narkoba, Begini Reaksinya
• Adik Paula Verhoeven Menyebut Kakaknya Berubah Setelah Menikah dengan, Ternyata Hal Ini yang Berbeda
Namun beberapa jam setelahnya, Hermansyah merasakan keanehan pada bagian kaki yang membengkak dan disertai rasa sakit.
"Biasanya ke dokter itu harus diperiksa darah atau lainnya, namun ini langsung disuntik dan diberikan obat. Di rumah tau-taunya kakinya terasa sakit," ujar Edi.
Takut terjadi apa-apa, pihak keluarga kemudian membawa kembali Hermansyah ke RSUD Muhammad Sani. Petugas medis kemudian kembali memberikan suntikan kepada Hermansyah.
Sayangnya tak lama setelah mendapatkan suntikan, Hermansyah mengalami sesak napas dan meninggal dunia.
"Adik saya kembali disuntik. Tak lama kemudian merasa sesak nafas dan meninggal dunia," terang Edi.
• Liburan Berdua dengan Ahok ke Norwegia, Perut Puput Jadi Sorotan
• Jessica Iskandar Bertunangan dengan Richard Kyle Sore Ini, Live Loh
Pihak keluarga merasa kecewa dan curiga jika pihak rumah sakit melakukan kelalaian serta mal praktik. Dimana kecurigaan tersebut terkait obat dan suntikan untuk mengobati demam yang membuat kaki Hermansyah sakit.
Kemudian pihak keluarga juga mengatakan IGD RSUD Muhammad Sani tidak menyiapkan tabung oksigen bagi Hermansyah.
"Kita kecewa karena tabung oksigen kosong. Seharusnya di IGD harus disiapkan tabung oksigen. Ada sekitar 15 menit adik saya tidak kunjung mendapatkan oksigen buat pernafasannya," papar Edi.
Edi menyampaikan karena dugaan itu pihak keluarga merasa sangat kecewa san berencana menuntut pihak RSUD Muhammad Sani. Ia menyebutkan pihak keluarga ingin memberikan efek jera kepada RSUD Muhammad Sani supaya tidak lalai melayani masyarakat.
"Kami akan tuntut rumah sakit ini biar kedepannya mereka bisa memberikan pelayanan ke masyarakat dengan baik,"
Dari pantauan, sejumlah anggota keluarga dan kerabat Hermansyah berkumpul di RSUD Muhammad Sani. Sejumlah aparat kepolisian juga berada di rumah sakit untuk prises visum jenazah. (ayf)