Saham Wall Street Berguguran Akibat Konflik AS vs Iran Kembali Memanas

Penurunan Wall Street ini juga mengakhiri reli pada Indeks S&P 500 yang sempat mencapai rekor tertinggi pada pekan ini, menyambut KTT G20

BBC
Bursa saham di Wall Street, Amerika Serikat 

TRIBUNBATAM.ID, NEW YORK - Bursa saham Amerika Serikat (AS) berguguran pada pembukaan perdagangan di bursa saham di New York, Amerika Serikat, Jumat, (21/6/2019) sebagai dampak meningkatnya ketegangan antara AS vs Iran.

Penurunan Wall Street ini juga mengakhiri reli pada Indeks S&P 500 yang sempat mencapai rekor tertinggi pada pekan ini. 

Seperti dilansir Kontan dari Reuters, pada pukul 9.52 waktu setempat, Indeks Dow Jones Industrial Average turun 0,09% menjadi 26.728,98. Indeks S&P 500 juga turun 0,23% menjadi 2.947,51 dan Indeks Nasdaq Composite turun 0,47% menuju 8.013,66.

Sebelumnya, Wall Street mendekati rekor tertinggi terdorong optimisme perundingan dagang AS-China

Militer Iran: Kami Bisa Saja Menembak Jatuh Pesawat AS yang Bawa 35 Prajurit

Donald Trump Batalkan Serangan ke Iran di Detik Terakhir

Meskipun Federal Reserve telah mengisyaratkan pemangkasan suku bunga pada awal Juli, namun investor menyambut baik rencana pertemuan Donald Trump dan Pfresiden China Xi Jinping di KTT G20 di Osaka, Jepang, akhir bulan ini.

Hal ini memicu saham reli dan mengangkat Indeks S&P 500 mencatat rekor tertinggi pada perdagangan Kamis.

Namun, ketegangan baru antara AS vs Iran setelah drone atau pesawat tanpa awak milik militer AS ditembak jatuh di Selat Hormuz, Kamis lalu, menjadi sentimen negatif bagi bursa saham AS.

"Ketika Anda melihat besarnya peningkatan yang kami dapatkan dalam waktu singkat, terutama pekan ini, saya tidak terkejut melihat pasar turun pada hari ini," ujar Art Hogan, Kepala Strategi Pasar di National Securities New York.

Ia melanjutkan, pihaknya tahu, ada pertemuan G20, yang bisa jadi hasilnya bisa saja membuat pasar kembali bullish atau pun bearish.

Karena itu, merupakan hal yang lumrah bila saat ini investor mengambil sedikit jeda untuk merealisasikan keuntungan.

Baik AS maupun China telah sepakat memulai pembicaraan perdagangan setelah sebelumnya buntu menjelang KTT G20 di Jepang pekan depan. Kekhawatiran akan dampak perang dagang telah memicu penurunan bursa saham AS pada Mei lalu.

Namun, bila AS jadi menyerang Iran, timbul kemungkinan gangguan atas aliran minyak, yang dapat memicu kenaikan harga minyak mentah 1% dan mendorong sektor negeri 0,4% lebih tinggi.

Pada perdagangan hari Jumat ini, Indeks chip Philadelphia turun 0,52%, sedangkan sektor teknologi yang lebih luas turun 0,35%. Carnival Corp jatuh dua hari berturut-turut 3%,dan menjadi saham yang penurunannya terbesar.

Beberapa broker memangkas target harga mereka setelah operator pelayaran tersebut memangkas prediksi laba 2019-nya.

AS Siapkan Serangan ke Iran

Sumber: Kontan
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved