Orangtua Murid di Tanjunguncang Keluhkan Uang Jajan Anaknya Dipalak Para Remaja, Polisi Tak Tanggapi

Sekolah SMPN 38 dan SDN 006 Batuaji berdekatan. Jalan menuju sekolah tersebut bisa dilalui dari simpang Hyundai, bisa juga ditempuh dari jalan Perumah

Editor: Thom Limahekin
Tribunbatam.id/Ian Sitanggang
Jalan Perumahan Taman Cipta Dua Tanjungcang, tempat anak remaja merampas uang jajan anak sekolah. 

TRIBUNBATAM.id, BATAM - Orang tua siswa/siswi, yang anaknya bersekolah di SMPN 38 dan SDN 006 di komplek Perumahan Central Raya Tanjunguncang, Kota Batam, Provinsi Kepru mengeluhkan anak mereka sering diperas oleh para remaja yang berusia lebih tua.

Lokasi sekolah yang berada kurang lebih satu kilometer dari jalan raya Brigjend Katamso dan perumahan Central Raya masih dikelilingi lahan kosong, membuat para remaja itu sering melakukan aksi perampasan uang jajan anak anak sekolah saat pulang.

Sekolah SMPN 38 dan SDN 006 Batuaji berdekatan. Jalan menuju sekolah tersebut bisa dilalui dari simpang Hyundai, bisa juga ditempuh dari jalan Perumahan Taman Cipta Dua.

Aksi gerombolan anak remaja yang sering melakukan perampasan uang jajan sekolah terjadi di jalan menuju perumahan Taman Cipta Dua.

Lokasi tersebut dimanfaatkan oleh para pelaku karena kondisinya sepi.

Jalan menuju Perumahan Taman Cipta Dua merupakan perbatasan antara perumahan Central Raya dan perumahan Yose Marina.

Letak perumahan dari jalan tertutup rerumputan dan pohon, sehingga para pelaku perampasan dengan leluasa melancarkan aksinya.

Aksi perampasan uang jajan anak sekolah tersebut sudah lama terjadi, bahkan sudah dilapor para orangtua siswa kepada perangkat RT/RW, dan juga sudah pernah melapor kepada polisi.

Korban Kebakaran Baloi Batam Sudah Dapat Berbagai Bantuan, Tapi Fasilitas MCK Kok Belum, Pak Wawako?

Di SBMPTN 2019, Nilai UTBK Tinggi Bisa Kalah Saing dengan Nilai Lebih Rendah, Ini Strateginya

Tak Perlu Khawatir Pesan WhatsApp Dibaca Orang yang Pinjam Ponsel-mu, Begini Caranya, Coba yuk

Intip Kemeriahan Hahal bi Halal Keluarga Minang Sumbar di Kota Batam

Namun sampai saat ini aksi tersebut masih sering terjadi.

"Kita sangat kesal, melihat aksi anak-anak tanggung yang suka malak anak kita saat pulang kerja," kata Mutiara, Warga Marina Garden, Senin (24/6/2019).

Mutiara paling menaruh kasihan jika anak tersebut tidak mau memberikan uang jajannya, pelaku tidak sengan-sengan membuang tas anaknya.

"Kadang sampai di rumah anak kita memangis, kita tanya kenapa, katanya uang jajannya dirampas. Bukan banyak uang jajan anak-anak kita paling Rp 5 ribu," kata Mutiara.

Derlia, warga lainnya juga mengakui hal tersebut.

"Susah juga, mau bilang. Memang anak anak tanggung di Marina ini yang tidak sekolah banyak," kata Derlia.

Derlia mengatakan kejadian pemalakan anak sekolah itu sudah pernah dilapor ke Polsek Batuaji, namun sampai saat ini masih sering terjadi.

"Tidak tahulah, mungkin polisi juga tidak mau menangkap pelakunya. kita pernah lapor polisi, tapi saat kita lapor memang yang dirampas itu hanya uang jajan anak tidak sampai Rp 10 ribu, sampai saat ini tidak ada kelanjutan," kata Derlia. (tribunbatam.id/ian sitanggang)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved