Sehari Layani 7 Pria, Pelanggan Wanita 50 Tahun Ini Kebanyakan Pelajar Pakai Aplikasi Online
Wanita 50 tahun jadi kupu-kupu malam bertarif murah dan menjadi seorang PSK langganan para pelajar
TRIBUNBATAM.id - Kemajuan teknologi dimanfaatkan banyak pekerja seks komersial (PSK) yang kini kian menjamur diberbagai kota di Indonesia.
Praktik prostitusi kini merambah di dunia maya.
Seperti liputan mendalam yang dilaporkan oleh Tribun Lampung, ada seorang PSK atau wanita tunasusila berusia 50 tahun.
Bahkan, wanita 50 tahun terlibat prostitusi online dan menawarkan jasa esek-esek murah.
• World Nomad Beri Program Full Beasiswa Travel Film ke Malaysia, Ada Banyak Hadiah
• Batam Berpotensi Kembangkan Industri Halal & Keuangan Digital Berbasis Syariah
• 2 Mahasiswi Tega Bunuh Sahabatnya Karena Kecantikannya, Pura-pura Kaget saat Jenazah Ditemukan
• Suami Murka Tonton Video Istri Berhubungan Badan dengan Pria Tua di Kebun, Direkam Tetangga
Diketahui, wanita 50 tahun jadi PSK bertarif murah dan menjadi seorang PSK langganan para pelajar.
TribunLampung, Liputan mendalam Tribunlampung.co.id pada 15-18 Juli 2019 temukan fakta seputar prostitusi online di Metro Lampung.
Sebelumnya, kisah PSK berusia 50 tahun pernah terungkap di Pringsewu, Lampung pada akhir Mei 2019.
Bagaimana hasil penelusuran prostitusi online di Metro Lampung dan kisah PSK 50 tahun di Pringsewu?
Prostitusi Online di Metro
Polisi membongkar kasus prostitusi online via WhatsApp di Metro, Lampung pada pertengahan Juni 2019 silam.
Reporter Tribunlampung.co.id yang kemudian melakukan liputan mendalam terkait prostitusi online di kota tersebut menemukan fakta lain.
Hal itu termasuk cara PSK menggaet pelanggan.
Selama empat hari pada 15-18 Juli 2019, reporter Tribunlampung.co.id menemukan bahwa aplikasi MiChat jadi alat untuk transaksi esek-esek tersebut.
MiChat merupakan aplikasi pesan gratis berbasis lokasi, yang bisa membantu pengguna untuk temukan teman-teman baru dan orang-orang di sekitar.
Pada umumnya, penggunaan MiChat bertujuan positif.
Tapi, ada beberapa pengguna yang memanfaatkan aplikasi ini untuk kepentingan negatif, antara lain praktik prostitusi online.
Hal itu satu di antaranya diungkapkan seorang pria bernama JT.