WISATA SINGAPURA

Bosan Berada di Bandara Changi? Lihat 6 Instalasi Seni Kaya Makna di Terminalnya

Bandara Changi miliki design instalasi seni di Terminal yang tersedia disetiap sudut sehingga bisa mengusir rasa bosan anda saat menunggu penerbangan.

INSTAGRAM/changiairport
Kinetic Rain di Bandara Changi 

TRIBUNBATAM.id - Ketika menunggu keberangkatan ataupun kedatangan di bandara terkadang begitu membosankan bagi sebagian orang, namun hal ini tidak berlaku di Changi Airport Singapore.

Bandara Changi memiliki design instalasi seni di Terminal yang tersedia disetiap sudut sehingga bisa mengusir rasa bosan anda saat menunggu jadwal penerbangan di Singapura.

Selain karena instalasi seni di Terminal Bandara Changi yang indah, anda tidak akan kecewa ketika berada di bandara terbaik nomor satu di dunia versi majalah travel ini karena berbagai fasilitas gratis yang ada disana.

Lima Hari ‘Berkantor’ di Kota Batam KPK Juga Ingatkan Rudi

Terlibat Kasus Penganiayaan, Kriss Hatta Kembali Jadi Tersangka, Ini Kronologinya

Megawati Dinilai Lebih Prioritaskan Gerindra Masuk Koalisi Jokowi Ketimbang Dua Partai Besar Ini

Misalnya taman kupu-kupu, lebih dari 80 restoran dan bar, bioskop, spa, hingga beberapa 'art corner'.

Bicara tentang sudut seni kreatif di bandara internasional ini, ada beberapa spot yang bakal bikin kamu tergoda buat berfoto.

Dilansir dari situs bandara tersebut, changiairport.com, berikut adalah enam instalasi seni dan display di Bandara Changi.

1. Kinetic Rain

Dua patung yang berbentuk tetesan air dari atas ini terbuat dari perunggu.

Kinetic Rain terletak di Terminal 1 dan berukuran 9,8 meter dan 4 meter.

Uniknya, tetesan ini dapat membentuk berbagai formasi seperti seni abstrak, pesawat terbang, dan layang-layang.

2. Saga Seed

Ini merupakan instalasi berbentuk biji tanaman saga yang diciptakan oleh Kumari Nahappan dan dipasang di Terminal 3.

Saga seed terbuat dari perunggu dan berwarna merah.

Biji saga merupakan tanaman populer di Singapura dan seringkali dikumpulkan oleh anak-anak, untuk dijadikan perhiasan.

Bahkan masyarakat kuno India, saga dijadikan pengganti emas.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved