Kanal

Sengketa Dua Tambang Granit Bintan Rugikan Warga

Ilustrasi tambang di Pulau Bintan - FOTO IST/TRIBUNNEWS BATAM

Laporan Hadi Maulana, wartawan Tribunnews Batam

TRIBUNNEWSBATAM, BINTAN
– Bupati Bintan Ansar Ahmad masih mencabut izin tambang granit PT Bina Riau Jaya (BRJ) dan PT Sindo Mandiri (SM). Kedua perusahaan ini dilarang beroperasi karena daerah tambah termasuk wilayah Casement Area.

"Kita masih cabut, karena itu daerah Casement Area. Selain itu dua perusahan ini kurang harmonis, sehingga membuat pemerintah daerah gerah,"ujar Ansar Ahmad, Kamis (14/10/2010)

Penutupan atas izin usaha dua perusahaan yang bergerak dibidang tambang granit yang berada di bilangan KM 57 dan KM 58.L etak lokasi kedua perusahaan itu hanya bersebelahan saja.

Diakui Ansar, kedua perusahaan tersebut sering cek cok, sehingga membuat pemerintah daerah gerah dan mengambil keputusan untuk mencabut izin kedua perusahaan tersebut.

“Kita cabut dululah izin usaha mereka, agar mereka bisa intropeksi, lagian sama-sama cari rezeki kok rebut,†ungkap Ansar.

Ansar mengisaratkan, tidak menutup kemungkinan jika kedua perusahaan tersebut bisa kemabli akur dan dan tidak lagi saling cek cok, ada kemungkinan izin usaha kedua perusahaan tersebut dikembalikan, yang tentunya kedua perusahaan itu bisa kembali melakukan aktivias tambang granit.

“Kita lihat dulu lah, jika benar-benar sudah akur, kenapa tidak, kita berikan lagi izin mereka,†ujar Ansar.

Sebelumnya kedua perushaan tersebut memang diketahui sering berselisih, bahkan sempat dibawa ke pengadilan Tanjungpinang. Ironisnya akibat dari pencabutan izin tersebut, kerugian dialami masyarakat sekitar.  Baik dari lapangan pekerjaan hingga pasilitas penerangan.  Terlebih dusun porwodadi yang selama ini mendapatkan penerangan 24 jam dari perusahaan tambang.

Akibat  pencabutan izin ini, teracam kegelapan di malam hari.

Editor: Dedy Suwadha

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer