Kanal

Banyak KPPS dan PPS Bintan Utara Gagap Aturan Pemilu

Aktivitas penghitungan suara di salah satu TPS di Batam, Rabu (9/4). Di Bintan Utara, banyak petugas KPPS dan TPS yang tidak tahu aturan pemilu. - Tribunnews Batam/Argianto

Laporan Tribunnews Batam, Alvin

TRIBUNNEWSBATAM.COM, TANJUNGUBAN-Pasca pecoblosan dan perhitungan suara di sejumlah tempat pemungutan suara (TPS) di wilayah Bintan Utara menuai banyak protes dari masing-masing bagian penyelenggara pemilu.

Pasalnya, banyak penyelenggara pemilu seperti KPPS, PPS dan petugas TPS, tidak mengerti dan gagap dengan aturan pemungutan suara yang diberlakukan. Kebanyakan yang tidak dimengerti adalah soal administrasi rekapan hasil pemungutan suara.

Seperti yang diamati Tribun, Rabu (9/4) hingga Kamis (10/4), ada sejumlah formulir C1 hologram dan berita acara pemungutan suara di kecamatan Bintan Utara, Kecamatan Sri Kuala Lobam dan Kecamatan Teluk Sebong,  belum dimiliki anggota Panitia Pengawas Lapangan (PPL) di setiap TPS. Formulir ini perlu untuk dimasukan ke pihak Panwascam.

Hal tersebut membuat para anggota Panwascam kebingungan melakukan rekapan. 

" Tak jelas semua. Dari kemarin sampai hari ini banyak C1 dan berita acara tak ada. Seharusnya setelah perhitungan di TPS, anggota PPL sudah memilikinya," kata Kamaria, anggota Panwascam Bintan Utara.

Sebagian anggota PPL di Bintan Utara, yang bertugas mengawasi pelaksanaan pencoblosan dan perhitungan suara di sejumlah TPS pun, dilarang masuk oleh petugas KPPS dan TPS pada saat perhitungan suara. Para anggota PPL terpaksa berdiri di luar dan kecewa.

" Aku mau masuk malah KPPS sama anggota PPS dan TPS suru aku keluar. 3 kali memang. Kita kan sama-sama penyelenggara. Aku harus awasi," ujar Novriadi.

Kamaria Anggota Panwascam Bintan Utara mengatakan, banyak penyelenggara Pemilu tidak mengerti akan aturan Pemilu, sehingga banyak salah paham antara Panwas, PPL dengan PPK, PPS dan petugas PPS.

" Kita sama-sama penyelenggara namun mereka tidak paham itu. Kita juga harus miliki for C1 hingga berita acara, tapi masih ada yang bingung tak mau kasih. Bakan tanya lagi, PPL sama Panwas dapat tidak. Aneh memang," ujar Kamaria

Editor: Sri Murni

Kronologi Lengkap Mahasiswi Dibunuh Pacar di Aceh, Diajak Jalan hingga Pelaku Kabur ke Rumah Ipar

Berita Populer