Kanal

Mahasiswa STIE Cakrawala Berdagang di Stan Bazar Ramadan

Empat perguruan tinggi di Kepri, STIE UPB, UNIBA, STIE Cakrawala Karimun dan Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (ISEO) melakukan kerja sama Tridharma Perguruan Tinggi dengan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Ibnu Sina Batam, Sabtu (31/5/2014). - Tribun Batam/Wafa Wahib

Laporan Wartawan Tribun Batam, Muhammad Sarih

KARIMUN, TRIBUN - Banyak lingkungan pendidikan tinggi di Indonesia umumnya berhasil mencetak ratusan bahkan ribuan sarjana. Hanya saja, tidak banyak  di antaranya yang dapat menerapkan ilmu yang didapatnya dari pendidikan tinggi untuk menciptakan lapangan kerja atau mampu berusaha mandiri di atas kaki sendiri.
 
Tampaknya inilah yang diamalkan Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi (STIE) Cakrawala. Para pendidik di kampus yang beralamat di bilangan pertokoan Salemba Kolong tak hanya ingin menciptakan sarjana semata melainkan mereka yang mampu berdikari, berdiri di atas kakinya sendiri.
 
Salah satu yang diterapkan di antaranya memberikan kesempatan mahasiswanya menggali bakat enterpreunership atau jiwa wirausaha. Seperti momentum bazaar Ramadan yang digelar di sekitar pasar Puan Maimun, dimanfaatkan sejumlah mahasiswa STIE Cakrawala untuk mempraktekan teori yang didapatkan dari kampusnya dengan turut serta memeriahkannya.
 
“Ini salah satu program kampus kami, bang. Dari bazaar ini kami melatih jiwa entrepreneurship. Kita sesuaikan dengan ilmu yang kita dapat seperti manajemen pemasaran, kewirausahaan, studi kelayakan bisnis dan ilmu ekonomi lainnya,” kata Hendra, salah seorang mahasiswa yang menjadi salah satu bagian penjaga stan bazar Ramadan tersebut, Rabu (22/7/2014) malam.
 
Hendra menjelaskan, kegiatan ini berangkat dari mahasiswa untuk mahasiswa. Karena modal bersama, maka barang-barang yang dijajakan pun beragam. Ada jersey sepakbola, blazer, baju muslimah, pernak-pernik Idul Fitri sampai kue-kue lebaran.

“Yang kita jual ini barangnya teman-teman mahasiswa juga dan produknya rata-rata didatangkan dari Jakarta, kecuali kue lebaran dibuat mahasiswa kita sendiri,” jelas Hendra.
 
Ide ini awalnya datang pihak kampus yang memberikan motivasi untuk meningkatkan kesadaran mahasiswanya agar mampu menerapka ilmu di dunia nyata. Ilmu yang didapat bukan hanya untuk mencari kerja semata, melainkan mampu menciptakan lapangan kerja atau berusaha di kaki sendiri.
 
“Awalnya pihak kampus yang mendorong agar sebisa mungkin kami bisa berwirausaha. Lalu ide ini kita munculkan bersama untuk melatih kita berusaha. Saya sendiri awalnya tak pernah berbisnis begini, tapi setelah mengikutinya saya jadi sangat berhasrat dan bergairah untuk berbisnis,” kata seorang mahasiswi, Selvy.
 
Sebagian teman-teman Selvy memang sudah berbakat di bidang bisnis seperti  merintis usaha toko online. Seperti Hendra dan Vina awalnya memang sudah memiliki naluri bisnis dengan usaha online shop-nya.

“Berangkat dari hobi, akhirnya saya ajak juga teman-teman lain mengasah naluri bisnis ini di bazaar ini,” tambah Vina.
 
Dibuka sejak pertengahan Ramadan lalu, barang-barang yang mutunya terbiang bagus namun dengan harga terjangkau, sudah mulai dilirik masyarakat.

“Alhamdulillah, sudah banyak barang-barang kita yang keluar. Kita tak berpatokan pada keuntungan semata, karena pada dasarnya kita bersama ingin belajar enterpreunership. Mempraktekkan ilmu yang dapat di kampus ke dunia nyata,” kata Hendra berfilosofi.
 
Dari pengamatan Tribun, beberapa teori ilmu seperti mata kuliah Manajemen Pemasaran diterapkan mahasiswa. Misalnya mereka berusaha mengenali karakter pembeli dalam pemasaran produk-produknya.

Termasuk pembukuan sederhana yang didapat di mata kuliah Pengantar Akuntansi juga diterapkan mahasiswa dari bazaar tersebut.
 
Ketua STIE Cakrawala, Dra Maemunah Msi mengatakan bahwa tujuan menyediakan fasilitas bazaar tersebut semata-mata ingin menggali bakat dan minat mahasiswa di bidang entrepreneurship.

Fasilitasi seperti sewa bazaar yang ditanggung pihak kampus, menjadi bukti keseriusan pihaknya ingin mencetak entrepreneur sejati terlahir dari kampus STIE Cakrawala tersebut.
 
“Kita tak hanya memberikan teori-teori semata, tetapi juga pada tataran praktisnya. Teori itu tak laku tanpa diterapkan di dunia nyata seperti ini. Kita mefasilitasi dan motivasi bahwa berwirausaha itu juga bisa memberikan kemakmuran, selain dari pada hanya bercita-cita menjadi pekerja atau karyawan. Selanjutnya kita serahkan kepada mereka untuk menerjemahkannya,” jelas Maemunah tentang konsep praktek usaha bersama tersebut.
 
Saat Wakil Bupati Aunur Rafiq meninjau bazar Ramadan tersebut beberapa hari lalu, bazaar mahasiswa STIE sempat disinggahi. Rafiq tampaknya sangat mendukung langkah para mahasiwa tersebut. Sebagai bentuk penghargaan, Rafiq sempat memborong beberapa produk yang dijajakan dan membagikannya kepada rombongan peninjau bazar.

Editor: Candra P. Pusponegoro

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer