Kanal

MUI Kepri Ingatkan Balai Karantina untuk Mengawal Peredaran Makanan 'Mencurigakan'

ilustrasi daging - KOMPAS/HERU SRI KUMORO

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Tertangkapnya kapal asal Jambi yang diduga membawa daging celeng siap edar di kawasan Kepulauan Riau (Kepri), menjadi perhatian serius lembaga terkait untuk lebih waspada.

Hal tersebut diungkapkan oleh Direktur Lembaga Pengkajian Pangan Obat dan Kosmetika (LPPOM) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kepulauan Riau (Kepri), Khaeruddin Nasution.

Kepada awak media, ia menuturkan bahwa pihaknya sudah berulang kali memperingatkan Balai Karantina pertanian kelas 1 Batam yang berada di bawah Dinas KP2K Kota Batam.

Batam sebagai kawasan dengan jumlah kunjungan wisatawan asing berada di urutan tiga besar se Indonesia, membuat peredaran beragam jenis pangan ikut bergarak demi memenuhi kebutuhan industri perhotelan yang juga nampak terus bergaiarah.

Selain itu, kawasan Batam yang menjadi pusat ekonomi di wilayah Kepri juga menjadi 'lahan' basah bagi oknum-oknum yang ingin meraup untung dengan jalan pintas yang dapat merusak masyarakat.

"Kita sudah sering mengingatkan karantina, untuk mengawal dan mensterilkan peredaran daging yang masuk. Kita harus betul-betul mengawasi daging-daging yang masuk, jangan sampai membahayakan masyarakat" kata Khaeruddin ketika ditemui di kampus Politeknik Batam Sabtu (27/8/2016) pagi.

Khaeruddin juga mengapresiasi pihak keamanan kawasan Kepri yang bertindak cepat menghentikan masuknya daging berbahaya tersebut.

Walaupun belum bisa dipastikan apakah itu daging Celeng atau bukan, menurut dia upaya tersebut memberikan rasa aman buat masyarakat.(*)

Penulis: Bobbi
Editor: Iman Suryanto

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer