Kanal

Ada Tentara Jago Masak di Balik Kesuksesan Gudeg Yu Djum, Panggilannya "Mbah Kakung"

Mbah Djum (kiri) mengunyah sirih sembari melipat daun untuk pembungkus gudeg di rumah makan gudeg Yu Djum miliknya di Dusun Karangasem, Caturtunggal, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Jumat (24/6/2011) - KOMPAS/ FERGANATA INDRA RIATMOKO

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, SLEMAN-Nama Gudeg Yu Djum tidak seketika terkenal. Butuh waktu dan perjuangan panjang hingga Yu Djum dikenal menjadi salah satu maestro gudeg di Yogyakarta hingga saat ini.

Djuwariyah Darmosumarno atau Yu Djum sudah memulai usahanya sejak tahun 1950-an. Cucu pertama Yu Djum, Sigit Alfianto menceritakan perjuangan neneknya itu.

Saat itu kondisi perekonomian masih buruk. Yu Djum sempat bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup dari mencari kayu dan daun di sekitar daerah Bulaksumur untuk dijual kepada pemilik ternak.

Yu Djum kemudian beralih berjualan gudeg keliling dengan gendongan dari kawasan Bulaksumur yang kini jadi Kampus UGM hingga kawasan Wijilan Yogyakarta.

"Keliling setiap pagi, kalau tidak habis agak siang dibungkusi dan dititipkan di warung-warung di pasar gede sana," cerita Sigit, Selasa (15/11/2016).

Lambat laun akhirnya mereka mampu menyewa sebuah kios di kawasan Mbarek dan mematenkan tren gudeg kering.

Kekuatan menjaga kualitas dan resep yang sudah bertahan puluhan tahun itu kuncinya. Kadang Yu Djum masih turun sendiri membuat gudeg agar citarasanya tetap mendapatkan tempat tersendiri di kalangan pecinta kuliner Yogyakarta.

Tentara jago masak
Namun, di balik semua kesuksesannya ternyata ada kisah yang jarang diketahui publik bahwa peran sang suami yaitu almarhum Suwandi Dharmosuwarno juga tidak kalah besar.

Suwandi yang semasa hidup merupakan anggota TNI itulah yang awalnya sering memasak gudegnya sebelum dibawa keliling oleh Yu Djum. Dialah tentara jago masak di balik citarasa Guged Yu Djum.

"Nah selama ini memang peran Mbah Kakung agak kurang diekspose. Padahal dulu yang memasak ya beliau, tapi Mbah Putri yang jualan.

Mbah Kakung ini dulu tentara yang memang ternyata pintar memasak. Bisa dibilang, beliau malah di balik dapur Gudeg Yu Djum," ujarnya.

Saat ini sendiri Gudeg Yu Djum sudah memiliki 12 cabang yang dikelola anak dan cucunya, lokasinya sendiri tidak hanya ada di Yogyakarta namun hingga ke Solo, Jawa Tengah.

Yu Djum yang meninggal Senin (14/11/2016) sore di RS Bethesda Yogyakarta meninggalkan 3 orang anak dan belasan cucu serta cicit. (Khaerur Reza/TribunJogja)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Kompas.com

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer