Kanal

Jika Ijazah Asli Ditahan Perusahaan dan Sulit Diambil, Bisakah Dilaporkan Polisi?

Ilustrasi - internet

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Belasan SMS dari warga masuk ke hotline publik service (HPS) milik Tribun Batam pada nomor +628127025500.

Isi SMS tersebut hampir sama yakni mengeluhkan penahanan ijazah asli mereka oleh salah satu perusahaan penyediaan jasa Satpam.

Ada pula yang mengaku ijazah aslinya ditahan oleh salah satu retail di Batam.

Dodi seorang pekerja di Batam mengatakan, sejak dia bekerja di salah satu perusahaan penyedia jasa Satpam, ijazahanya ditahan tanpa diberikan bukti oleh perusahaan.

"Jadi ketika saya minta malah banyak pertanyaan ke saya. Katanya dulu kamu malas bekerja. Lah, apa hubungannya. Ini sudah masalah hati dan perasaan," ungkap Dodi, Minggu (11/12/2016) yang diwawancara Tribun Batam, setelah dia sempat mengirimkan SMS seputar masalah yang sama.

Dodi pun mengatakan, dia telah dua kali meminta ijazahnya kepada perusahaan, namun alasan yang dikemukakan perusahaan sama.

"Katanya ijazah itu harus nunggu dari Jakarta. Karena Batam kan cabang. Jadi ijazah sebagai jaminan sudah ada di Jakarta. Saya tanya kapan datang, tapi tak diberikan kepastian," kata Dodi.

Selain Dodi, pekerja lain pemilik nomor +628128789xxxx mengajukan permasalahan yang sama kepada Tribun Batam melalui SMS HPS.

Begini pertanyaannya. "Selamat pagi Tribun. Izajah asli SMK saya ditahan sama perusahaan tertentu saat saya bekerja dulu. Bagaimana solusi memintanya? Bukti ke saya tak ada kalau hal ini saya bawa adukan ke polisi"

Pemilik nomor +628129090xxxx juga mengajukan pertanyaan hampir serupa. "Selama sore Tribun. Ijazah asli saya ditahan. Bulan ini saya mau resign pulkam. Gimana cara memintanya ya?"

Menanggapi masalah tersbeut, Kepala Dinas Ketenagakerjaan Kota Batam H Rudi Sakyakirti SH MH mengatakan, agar pemberi kerja atau perusahaan tidak melakukan penahanan ijazah asli pekerjanya.

"Memang secara ketentuan, tidak ada regulasi yg membolehkan dilakukan penahanan ijazah.  Kami pertegas agar pemberi kerja atau pengusaha tertentu tidak melakukan penahanan ijazah asli kepada pekerja atau karyawannya," tegas Rudi, Senin (12/12/2016).

Rudi menambahakan, ijazah asli sesuai aturan hukum yang ada  merupakan dokumen pribadi seseorang yang dapat menyebabkan konsekuensi hukum apabila terjadi kehilangan atau kerusakan atau penyalahgunaan pihak lain pada dokumen tersebut.

"Sekali lagi kami tegaskan sekaligus menyarankan untuk tidak dilakukan penahanan ijazah kepada karyawan. Tapi lebih mengedepankan kesepakatan dan komunikasi antara pengusaha dan pekerja bila saling mengikatkan diri dalam dunia kerja (ikatan antara pekerja dan pengusaha,red)," katanya. (*)

Penulis: Leo Halawa
Editor: Sri Murni

Kronologi Turis Asal Norwegia Diperkosa Karyawan Vila di Bali, Berawal dari Minta Hidupkan Shower

Berita Populer