Kanal

BLK Tidak Ada, Pelatihan Pekerja Terpaksa Lewat Asosiasi. Ini Dalih Bupati Rafiq

Bupati Karimun Aunur Rafiq - tribunbatam/rachta yahya

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, KARIMUN-Untuk tahun 2017 ini, Kabupaten Karimun belum akan memiliki Balai Latihan Kerja (BLK). Ini dikarenakan Karimun tidak mempunyai kemampuan di bidang keuangan untuk membuatnya.

Hal tersebut diutarakan oleh Bupati Karimun, Aunur Rafiq usai pengukuhan asosiasi pekerja, AP3K Karimun beberapa waktu lalu. Ia menjelaskan biaya operasional BLK yang besar tidak mampu dianggarkan oleh Pemerintah Daerah Karimun yang tengah mengalami defisit.

"Setelah kita audensi dengan menteri bahwa BLK-BLK yang ada di daerah tidak berjalan dengan baik. Karena pembangunan fisik telah dilakukan tapi biaya operasional yang besar tidak mampu dianggarkan oleh daerah," paparnya.

Namun menurut Rafiq pengembangan skill pekerja atau calon pekerja di Karimun masih dapat dilakukan tanpa BLK. Pemerintah daerah akan bekerja sama dengan lima asosiasi pekerja yang ada ataupun instansi terkait.

"Jadi kita menggandeng perusahan atau suatu asosiasi yg sudah memiliki sertifikasi melakukan pelatihan terhadap calon tenaga kerja. Di Karimun ada Awfik, Asobar, Mechanic Electric, Stock Folding dan AP3K. Kita juga kerjasama dengan Polda untuk sekuriti," jelasnya.

"Seperti AP3K dapat mmberikan pelatihan tentang keselamatan dan kesehatan kerja terhadap karyawan yang ada di perusahaan. Sehingga perusahan menerapkan aturan berlaku yakni UU No. 1 tahun 70, bagaimana K3 ini diterapkan dan diberikan pada karyawan," tambah Rafiq. (*)

Baca Berita Terkait di Harian Tribun Batam Edisi Jumat (16/12/2016)

Penulis: Elhadif Putra
Editor: Agoes Sumarwah

Video Viral Jokowi Hormat Sendiri saat Indonesia Raya Berkumandang, Begini Menurut Undang-undang

Berita Populer