Kanal

Bukan Pajak Kendaraan yang Naik, tapi Pemesanan Nomor Polisi Cantik. Ini Sosialisasi Polda Kepri

Suasana sosialisasi yang digelar oleh Sub Bagian Bidang Registrasi dan Identifikasi (Subdit Regident) Ditlantas Polda Kepri terkait Penerimaan Negera Bukan Pajak (PNBP) di ruang RTMC Ditlantas Polda di Nongsa , Rabu (3/1) pagi. - TRIBUN BATAM/LEO HALAWA

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BATAM - Direktorat Lalu Lintas Polda Kepri Sub Bagian Bidang Registrasi dan Identifikasi (Subdit Regident) Polda Kepri menggelar sosialisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) di ruang RTMC Ditlantas Polda di Nongsa , Rabu (3/1/2016) pagi.

Sosialisasi tersebut dihadiri oleh Kasubdit Registrasi dan Identifikasi (Regident) Polda Kepri AKBP Tolopan T Simanjuntak SIK, Kasi BPKB Kompol I Gede Ngurah Joni Mahardika, Kasi STNK Kompol Yunita Stevani, Kasubag Perencanaan dan Administrasi (Renmin Bidhumas) AKP Eriman.

Dalam pemaparannya, Tolopan mengatakan, sesuai dengan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 60 Tahun 2016 tentang PNBP yang naik bukan pajak kendaraan bermotor.

Baca: Jangan Kaget! Biaya Pengurusan BPKB Naik Hampir 300 Persen Mulai 6 Januari. Ini Daftarnya

"PNBP ini ditangani oleh bidang Ditlantas Polda Kepri. Jadi, bukan pajaknya yang naik. Jadi ini perlu pemaparan kepada masyarakat banyak sebelum berlaku tanggal 6 Januari ini," papar Tolopan.

Tolopan menjelaskan ruang lingkup yang masuk gawean PNBP sesuai PP Nomor 50 Tahun 2010 sebagaimana diubah menjadi PP Nomor 60 Tahun 2016.

Antara lain tertkait penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM), PNBP penerbitan atau pengesahan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK), PNBP penerbitan surat tanda coba kendaraan (STCK), tanda nomor kendaraan bermotor (TNKB).

Selanjutnya PNBP terkait penerbitan surat mutasi keluar daerah, PNBP penerbitan buku kepemilikan kendaraan bermotor (BPKB), PNBP penerbitan Lintas Batas Negara (LBN), PNBP penerbitan TNBK Lintas Batas Negara (LBN), dan tarif PNBP nomor registrasi kendaraan bermotor (NRKB) pilihan. "Ada sembilan kategori ini," urai Tolopan.

Dejelaskan Tolopan, antara PP lama dengan PP yang baru ini memang terjadi kenaikan, tetapi ada tarif yang masih tetap alias belum naik.

Seperti pada tarif SIM ada perubahan pada tarif SIM D1. Pada PP terdahulu tidak tertera biaya, sekarang sudah ada. Nilainya sebesar Rp 30.000.

Menurut pengamatan Tribun Batam pada PP terbaru, tarif yang tinggi adalah PNBP nomor registrasi kendaraan bermotor (NRKB) pilihan. Atau bahasa lain, nomor cantik yang biasa di- request oleh pemilik kendaraan bermotor.

PP Nomor 50 Tahun 2010 tidak mengatur nilai tarif, namun pada PP baru diatur.

Seperti NRBK pilihan satu angka ditarif Rp 20 juta. Dan paling sedikit pada tarif NRBK ini adalah Rp 5 juta.

Kenaikan juga terjadi pada penerbitan BPKB baru.

Penulis: Leo Halawa
Editor: Alfian Zainal

Gubernur Tampar Suporter PSMS Medan hingga Videonya Viral, Beri Penjelasan di Instagram

Berita Populer