Kanal

Dapat Pelatihan di Sahid Bintan Tourism Institute Setahun, Puluhan Anak Anambas Bersaing Lewat Tes

Ilustrasi. Kawasan wisata di Pulau Bawah di Kabupaten Anambas - Tribun Batam/Septyan Mulia Rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, ANAMBAS - ‎Sebanyak 34 anak daerah Anambas mengikuti rangkaian seleksi untuk bisa mendapat pelatihan di Sahid Bintan Tourism Institute (SBTI). Putra putri tempatan yang baru menamatkan pendidikan menengah atas ini, akan mengikuti rangkaian tes mulai dari tes tertulis hingga wawancara, hingga dinyatakan lulus untuk mendapatkan pelatihan selama satu tahun pada bidang pariwisata tersebut.

"Hari ini yang mengikuti tes ada 34 dari total 38 orang yang sebelumnya lulus seleksi administrasi. Proses seleksi ini berkemungkinan akan dilakukan dua hari di kantor dinas dengan kuota yang diberikan sebanyak 30 orang," ujar Yunizar Kepala Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu, Tenaga Kerja & Transmigrasi Kabupaten Kepulauan Anambas Selasa (14/2/2017).

‎Yunizar pun kurang mengetahui pasti perihal empat orang anak yang tidak hadir untuk mengikuti proses seleksi tersebut. Ia menjelaskan, puluhan pelajar ini mendaftar ke kantor dinas yang berlokasi di Tanjung Angkak Kecamatan Siantan setelah membuka pengumuman selama satu minggu di akhir bulan Januari 2017 kemarin. Pelajar yang mendaftar pun, berasal dari tujuh kecamatan yang ada di Anambas.

Pelatihan ‎bagi puluhan anak-anak daerah yang nantinya dinyatakan lulus ini pun, berasal dari APBD 2017 dengan besaran tanggungan mencapai Rp 17 juta per anak selama satu tahun. Selain mendapat pendidikan selama lebih kurang satu tahun, anak-anak yang dinyatakan lulus ini juga mendapat biaya bulanan dari Pemerintah Daerah sebanyak satu juta Rupiah setiap bulannya.

"‎Yang melakukan tes tertulis dan wawancara langsung dari Sahid Bintan Tourism Institute sebanyak dua orang. Mereka yang telah dinyatakan lulus dari seleksi, akan dididik untuk mendapatkan ilmu program pariwisata. Ada empat bidang studi yang nantinya akan diberikan, namun teknisnya saya kurang ingat," bebernya.

‎Meski mendapat bantuan dari APBD Anambas untuk mendapatkan pelatihan ini, namun anak-anak daerah yang telah mendapat pelatihan dan pendidikan ini tidak diwajibkan untuk mengabdi serta bekerja di Anambas. Mereka pun diperbolehkan untuk bekerja diluar Anambas, selama memanfaatkan kemampuan serta keahlian yang mereka dapatkan selama mendapat pelatihan.

"Tidak diikat untuk bekerja di Anambas. Namun harapannya, mereka menjadi penggerak wisata di daerah. Seperti resort di Pulau Bawah‎. Kalau memungkinkan, hasil seleksi ini sudah bisa diumumkan pada Kamis (16/2/2017) sore dan dilepas oleh Pak Bupati," ungkapnya. (*)

Penulis: Septyan Mulia Rohman
Editor: Agoes Sumarwah

Beredar Foto-foto Awal Penemuan Jasad Korban Pembunuhan Sekeluarga di Bekasi, 2 Anak di Kamar

Berita Populer