Kanal

Di Malaysia, Raja Salman Gelontorkan Investasi Rp 135 Triliun. Berapa di Jakarta?

Raja Salman menjelang pertemuan bilateral dengan PM Malaysia Najib Razak di Putrajaya - AFP

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, PUTRAJAYA - Kunjungan Raja Salman Abdulaziz Al-Saud.dari Arab Saudi, diharapkan membawa angin segar investasi di Indonesia.

Raja Salman dengan rombongan sekitar 1.500 orang akan tiba di Jakarta, Rabu (1/3//2017 hari ini.

Beredar di internet bahwa Raja Salman akan menggelontorkan dana sebesar Rp 235 triliun di Indonesia untuk sejumlah proyek, namun belum terkonfirmasi.

Sebelum berkunjung ke Jakarta dan dilanjutkan berwisata ke Bali, Raja Salman mengunjungi Malaysia.

Pada pertemuan dengan Perdana Menteri Malaysia Najib Razak di Putrajaya, perusahaan minyak raksasa Saudi, Aramco menyatakan komitmennya untuk berinvestasi sekitar $ 10 miliar dolar As atau sekitar Rp 135 triliun di Malaysia

Najib dan Raja Salman menandatangani nota kesepahaman antara kedua negara, Senin lalu dan dilanjutkan kerjasama Aramco dan Petronas, Selasa (28/2/2017).

Dalam kesepakan itu, Aramco akan berinvestasi sekitar 7 miliar dolar AS atau sekitar Rp 100 triliun di Malaysia, dan merupakan investor tunggal terbesar di negara ini.

Namun, secara keseluruhan, Arab Saudi menyatakan komitmennya untuk mengelontorkan 10 miliar dolar AS.

Penandatanganan kerjasama Saudi Aramco-Petronas sebesar 7 miliar dolar AS, Selasa (28/2/2017) (The Star)

Najib menyambut baik investasi raksasa tersebut karena akan membuka peluang kerja yang besar, penguatan ringgit dalam jangka menengah serta memperkuat kepercayaan ekonomi dunia pada negara itu.

"Negosiasi antara Aramco dan Petronas sudah sampai pada keputusan penting untuk mengelola kilang minyak di Rapid (Refinery dan Pengembangan Terpadu Petrochemical) proyek di Pengerang, Johor. Ini adalah investasi yang besar dan signifikan bagi negara," kata Najib pada konferensi pers setelah pertemuan dengan Raja Salman dan delegasinya.

Najib mengatakan, kesepakatan itu dicapai setelah ke dua belah pihak "intens" bernegosiasi selama tiga minggu terakhir.

Seperti juga tuduhan terhadap Indonesia, Najib juga mendapat tuduhan terlalu dekat dengan China.

Kemada media, Najib langsung membalikkan serangan terhadap dirinya.

"Anda dapat melihat bahwa Malaysia memiliki hubungan yang kuat dengan banyak negara. Kami dituduh menjual kedaulatan kami ke Cina ketika kami menerima investasi dari mereka. Aku ingin tahu apa pengkritik akan mengatakan apa dengan investasi dari Saudi ini," kata Najib.

Proyek ini diharapkan mulai beroperasi pada kuartal pertama tahun 2019.

Sumber: AFP/Bernama/TheStar

Penulis: Alfian Zainal

Ditemukan Tewas di Sawah, Mahasiswi Aceh Ternyata Dibunuh Pacar karena Alasan Ini

Berita Populer