Kanal

Ingin Kirim Bantuan ke Yaman, PBB Minta Jaminan Keamanan

Ilustrasi. Seorang bocah lelaki membawa senapan dalam parade diadakan oleh prajurit Houthi yang baru direkrut di Sanaa, Yaman, Minggu (1/1/2017). - ANTARANEWS/REUTERS/Khaled Abdullah

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, DUBAI - Koordinator penanggulangan situasi darurat Perserikatan Bangsa-Bangsa, Stephen OBrien, mendesak kedua pihak yang berperang di Yaman dapat menjamin keamanan untuk pengiriman bantuan ke negara itu belum lama ini.

Jaminan terhadap keamanan pengiriman bantuan penting, karena warga membutuhkan pasokan makanan, bahan bakar, dan obat demi mencegah atau mengurangi dampak bencana kelaparan.

Demikian dilaporkan Reuters yang dikutip dari antaranews.com.

OBrien mengatakan, PBB mendesak agar lembaga donor internasional meningkatkan aksinya membantu warga Yaman. Namun, pemerintah dan pihak terkait mesti menjamin keamanan pengiriman bantuan ke tujuh juta warga Yaman yang saat ini begitu parah kekurangan makanan.

Yaman telah mengalami perang saudara selama dua tahun, melibatkan kelompok Houthi dukungan Iran melawan koalisi dukungan Barat yang dipimpin Arab Saudi.

Setidaknya sudah 10 ribu warga tewas akibat perang yang telah menyebabkan krisis kemanusiaan di negara miskin tersebut.

Sebelumnya, pertempuran di atau dekat pelabuhan telah menghambat pengiriman bantuan dari luar.

"Masyarakat internasional perlu meningkatkan pendanaan dan pihak-pihak yang berkonflik juga harus terus membuka akses bagi bantuan kemanusiaan," kata OBrien kepada wartawan di pangkalan militer pemerintah, Aden, Senin.

"Artinya, akses ke pelabuhan harus dijamin keamanannya agar kiriman bantuan dapat memasuki Yaman," katanya.

PBB awal bulan ini mengatakan, serangan udara koalisi militer Arab Saudi di pelabuhan Kota Hodeidah, wilayah yang dikuasai Houthi, telah memutus akses bagi lembaga bantuan untuk mengirim makanan serta bahan bakar.

Halaman
12
Editor: Tri Indaryani
Sumber: Antara

Beredar Isi Percakapan Asusila Kepsek SMAN 7 Mataram yang Menyeret Baiq Nuril

Berita Populer