Kanal

Pengangguran di Batam Kian Bertambah, Ini Kata Disnaker

Para pencari kerja di Batam tak pernah putus asa memburu pekerjaan - tribunnews batam/Zahfri Suandi

Laporan Wartawan: Danang Setiawan

BATAM. TRIBUNNEWS.COM. BATAM - Selama dua tahun terakhir, jumlah pencari kerja di Batam terus bertambah. Sayangnya,  jumlah lapangan kerja yang tersedia tidak mampu menampung jumlah pencari kerja yang terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pantauan Tribun, banyak pencari kerja yang memenuhi kawasan Batamindo setiap akhir pekan, terlebih jika ada perusahaan yang membuka lowongan pekerjaan maka akan terjadi kerumunan pencari kerja yang antre memasukkan lamaran.

Sementara, tidak sedikit pencari kerja yang terlihat saat mengantre mengurus/memperpanjang kartu kuning (AK1) di kantor Disnaker Kota Batam pada Jumat (31/3/2017) pagi.

Data dari Disnaker Kota Batam menunjukkan jumlah pencari kerja (yang memiliki AK1) dari tahun 2015 tercatat sebanyak 24.022 orang. Sedangkan pada tahun 2016 tercatat sebanyak 24.342 orang. Sementara untuk tahun 2017 pihak Disnaker belum merekap, tetapi ada kemungkinan jumlah pencari kerja terus naik.

"Data kami tahun 2015 dari jumlah 24.022 pencari kerja yang kemudian mendapatkan penempatan kerja sebanyak 11.449 jiwa, sedangkan tahun 2016 dari jumlah 24.342 jiwa yang mendapatkan pekerjaan sebanyak 12.903 jiwa", kata Sapriadi, Kabid Pembinaan Penempatan Perluasan Kota Batam saat ditemui Tribun di ruang kerjanya Jumat (31/3/2017) pagi.

Hasil dari data tersebut diperoleh Disnaker melalui penempatan kerja yang bekerja sama dengan perusahaan dan lembaga atau perusahaan sendiri yang membuka lapangan pekerjaan.

Jadi menurut Sapriadi setiap pencari kerja yang sudah mendapatkan pekerjaan pihak perusahaan wajib melaporkan ke Disnaker. Menurutnya jumlah data pencari kerja yang dalam proses mencari kerja mencapai 25 ribuan itu adalah yang memiliki kartu kuning (AK1) atau yang terdaftar di Disnaker.

"Data tadi itu data pencari kerja yang memiliki kartu kuning (AK1), jadi diluar jumlah pengangguran yang tidak memiliki kartu kuning (AK1)", katanya.

Sapriadi mengatakan dari jumlah keseluruhan pencari kerja memang belum sepenuhnya tercover oleh lapangan pekerjaan yang tersedia. Tetapi pihak Disnaker juga tidak bisa berbuat banyak untuk mengatasi tingginya pencari kerja di kota Batam.

"Kita tidak bisa berbuat banyak mas, kita hanya pasif di sini, tugas kita hanya secara teknis saja, kalau tersedianya lapangan pekerjaan kita serahkan ke pihak perusahaan atau investor di kota Batam", kata Sapriadi. (*)

Editor: Tri Indaryani

Gadis di Sumbar Diperkosa Teman Pacar saat Kelelahan Mendaki Gunung hingga Akhirnya Tewas

Berita Populer