Kanal

Sebut Sail Karimata Kampungan, Menteri Luhut Dinilai Lukai Hati Rakyat Kalimantan Barat

Luhut Binsar Pandjaitan - TRIBUNBATAM/ELIZAGUSMERI

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Ferdinand Waskita

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Sekretaris Fraksi Nasdem DPR RI Syarif Abdullah Alkadrie menilai perkataan Menteri Koordinasi Kemaritiman Luhut Panjaitan melukai hati rakyat Kalimantan Barat.

Ucapan itu ia sampaikan sebagai tanggapan kometar Luhut yang mengatakan, "Sail Karimata kampungan."

Menurut Syarif, Luhut sebagai pejabat negera, bisa memperhalus kalimatnya. Syarief melihat kata "kampungan" identik dengan hal yang negatif, sehingga tidak pantas pejabat negara menggunakannya di hadapan publik.

"Mungkin ada baiknya memilih kata yang lebih eleganlah," kata Syarif di Gedung DPR, Jumat (31/3/2017).

Syarif menyebutkan, dalam kehidupan bernegara, ada etika yang harus dipatuhi.

Jika para politikus dan pejabat negara dalam menyampaikan pernyataan, hendaknya bisa memilih kata atau kalimat yang tidak menggundang penafsiran negatif, khususnya terkait hal sensitif.

"Apalagi itu berkaitan dengan hal yang sangat substansial, sangat sensitif di kebudayaan kita," ujar Syarif.

Namun begitu, Anggota Komisi V itu mengaku memahami maksud dan tujuan pernyataan Luhut saat memimpin rapat itu.

Menurutnya, ucapan Luhut kala itu untuk memotivasi kesuksesan penyelenggaraan Sail Sabang.

"Kan bisa, Beliau mengatakan acara Sail Karimata harus dijadikan evaluasi untuk kesuksesan acara Sail Sabang nanti," kata Syarif.

Dalam rapat koordinasi penyelenggaraan Sail Sabang 2017 Rabu (29/3/2017), Luhut mengaku kecewa dengan persiapan Sail Selat Karimata, Kalimantan Barat tahun lalu.

"Pengalaman saya lihat di Kalbar (Sail Karimata), di Kayong Utara, menurut saya, kampungan, enggak rapi. Tidak sepantasnya Presiden di sana," tegas Mantan Menkopolhukam tersebut.

Editor: Alfian Zainal
Sumber: Tribunnews

Terekam Kamera Sosok Pria yang Diduga Selingkuhan Angel Lelga, Digerebek Vicky Berduaan di Kamar

Berita Populer