Kanal

Kasus Begalnya Bikin Geger Provinsi, Kapolda Turun Gunung Usut Kasus. Luar Biasa Efeknya!

Suasana rumah duka korban pembunuhan, Bunga Fikalia (18), Selasa (4/4/2017) - tribun lampung/wakos gautama

Di tubuh Bunga ditemukan luka sobek di perut hingga usus terburai, luka sobek di kaki dan tangan, dan luka tusuk yang cukup dalam di pundak.

Sudjarno mensinyalir pelakunya lebih dari satu orang. “Mereka ini mengendarai dua sepeda motor.

Satu motor dua orang, satu motor lainnya tiga orang. Begitu dapat motor korban, satu orang membawa motor korban,” jelas dia.
Sudjarno mengatakan, petugas masih berupaya mengidentifikasi para pelaku.

“Saya belum tahu pelakunya dari jaringan mana. Ini yang masih diselidiki petugas di lapangan. Nanti kalau sudah terungkap baru ketahuan dari jaringan mana para pelakunya,” ujar Sudjarno.

Peraduan terakhir
Jenazah Bunga Fikalia (18) dimakamkan di tempat pemakaman umum Firdaus di Desa Natar, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (4/4/2017).

Bunga adalah korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan komplotan begal.

Bunga ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi usus terburai di Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017).

Saat pemakaman berlangsung, ibunda Bunga, Parjiah sempat mendatangi tempat pemakaman. Parjiah berjalan sembari menangis.

Ia diapit dua kerabatnya di kanan kiri.

Baru masuk pintu tempat pemakaman, Parjiah berhenti. Ia terlihat lemas. Kakinya tak lagi melangkah mendekati kuburan Bunga.

Akhirnya, para kerabat memutuskan untuk membawa Parjiah keluar dari pekuburan.

Parjiah pun tak sempat melihat sang anak sulung untuk terakhir kalinya, sebelum masuk ke liang lahat.

Hanya para kerabat dan teman-teman Bunga yang mengikuti pemakaman Bunga. (*)

Editor: Agoes Sumarwah
Sumber: Tribun Lampung

Gadis 15 Tahun Diperkosa dan Dikubur di Kebun usai Tolak Cinta Pria yang 20 Tahun Lebih Tua Darinya

Berita Populer