Kanal

Kasus Begalnya Bikin Geger Provinsi, Kapolda Turun Gunung Usut Kasus. Luar Biasa Efeknya!

Suasana rumah duka korban pembunuhan, Bunga Fikalia (18), Selasa (4/4/2017) - tribun lampung/wakos gautama

BATAM. TRIBUNNEWS.COM, BANDAR LAMPUNG-Tim gabungan Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Lampung dan Satuan Reserse Kriminal Polres Lampung Selatan berhasil meringkus empat dari lima pelaku pencurian dengan kekerasan alias begal.

Baca: Edan! 3 Pria Ini Cabuli Bergilir Gadis Penjaga Kedai Kopi, Pelaku Robek Celana Korban

Baca: Heboh! Cantiknya Istri Bandar Narkoba Beromzet Rp 1,2 Triliun, Ternyata Dia Bisnis Begini

Aksi kelima pelaku mengakibatkan kematian korban Bunga Fikalia (17), warga Dusun Sukarame Pasar, Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Lampung Kombes Heri Sumarji mengatakan, dua di antara pelaku adalah perempuan.
Kelima pelaku berbagi peran untuk menghabisi Bella, begitu Bunga biasa disapa.

"Empat orang yang sudah diringkus berinisial IN, SA, TG dan AA dari lokasi persembunyian masing-masing. Sementara pelaku F masih dikejar. F inilah yang bertugas sebagai eksekutor Bella," kata Heri Sumarji di gedung Satreskrim Mapolda Lampung, Kamis (6/4).

"Kelima pelaku kenal dengan korban. Satu dari pelaku yang perempuan adalah otak dari kejahatan ini," imbuhnya.

Sebelumnya, pada Senin (3/4/2017), tubuh Bella yang berlumuran darah ditemukan warga di pinggir Jalan Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan sekitar pukul 17.30 WIB.

Nyawa perempuan bertubuh mungil itu tidak tertolong di ruang ICU RS Bhayangkara Polda Lampung karena luka-lukanya yang terlampau parah.

Sore hari sebelum Bella ditemukan tewas, ibundanya Parjiah mengutarakan, anaknya masih beraktivitas seperti biasa yaitu mengupas kelapa.

Pada saat itu, Bella sempat berbalas pesan singkat di telepon selulernya.

"Pas anak saya mau pergi ke pasar untuk giling kelapa, dia sempat teleponan sama seseorang. Aku dengar Bunga jawabnya iya nanti ke sana. Saya tanya siapa yang nelepon. Dia (Bunga) jawabnya teman," jelas Parjiah.

Dikunjungi Kapolda
Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno mengunjungi rumah Bunga Fikalia (18), korban yang tewas dibegal, di Dusun Sukarame Pasar, Desa Natar, Kecamatan Natar, Lampung Selatan, Selasa (4/4/2017).

Di dalam kunjungannya, Sudjarno mengucapkan belangsungkawa kepada keluarga korban.

Sudjarno sempat berbincang dengan Parjiah, ibu Bunga dan para kerabat. Sudjarno juga berjanji kepada keluarga korban untuk mengungkap kasus ini.

Bunga ditemukan tewas bersimbah darah di Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017) malam. Ditemukan luka bacok di sekujur tubuh korban hingga ususnya terburai.

Sepeda motor Honda Beat yang dikendarai korban hilang. “Bunga adalah korban dari komplotan begal,” ujar Sudjarno.

Kapolda Lampung Inspektur Jenderal Sudjarno mengatakan sudah membentuk tim khusus untuk mengungkap kasus pembegalan terhadap Bunga hingga korban meninggal dunia. Tim ini terdiri dari Polda Lampung dan Polres Lampung Selatan.

“Target saya kasus ini terungkap. Tidak ada jangka waktu. Lebih cepat lebih baik,” ujar Sudjarno saat diwawancarai wartawan di rumah duka, Selasa (4/4/2017). Menurut dia, pihaknya sudah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Hasil olah TKP, petugas menemukan sarung pisau yang diduga milik para pelaku. Dilihat dari lukanya, Sudjarno menilai para pelakunya terbilang sadis.

Di tubuh Bunga ditemukan luka sobek di perut hingga usus terburai, luka sobek di kaki dan tangan, dan luka tusuk yang cukup dalam di pundak.

Sudjarno mensinyalir pelakunya lebih dari satu orang. “Mereka ini mengendarai dua sepeda motor.

Satu motor dua orang, satu motor lainnya tiga orang. Begitu dapat motor korban, satu orang membawa motor korban,” jelas dia.
Sudjarno mengatakan, petugas masih berupaya mengidentifikasi para pelaku.

“Saya belum tahu pelakunya dari jaringan mana. Ini yang masih diselidiki petugas di lapangan. Nanti kalau sudah terungkap baru ketahuan dari jaringan mana para pelakunya,” ujar Sudjarno.

Peraduan terakhir
Jenazah Bunga Fikalia (18) dimakamkan di tempat pemakaman umum Firdaus di Desa Natar, Lampung Selatan (Lamsel), Selasa (4/4/2017).

Bunga adalah korban pembunuhan sadis yang diduga dilakukan komplotan begal.

Bunga ditemukan tewas bersimbah darah dengan kondisi usus terburai di Dusun Karang Indah, Desa Karang Anyar, Kecamatan Jati Agung, Lampung Selatan, Senin (3/4/2017).

Saat pemakaman berlangsung, ibunda Bunga, Parjiah sempat mendatangi tempat pemakaman. Parjiah berjalan sembari menangis.

Ia diapit dua kerabatnya di kanan kiri.

Baru masuk pintu tempat pemakaman, Parjiah berhenti. Ia terlihat lemas. Kakinya tak lagi melangkah mendekati kuburan Bunga.

Akhirnya, para kerabat memutuskan untuk membawa Parjiah keluar dari pekuburan.

Parjiah pun tak sempat melihat sang anak sulung untuk terakhir kalinya, sebelum masuk ke liang lahat.

Hanya para kerabat dan teman-teman Bunga yang mengikuti pemakaman Bunga. (*)

Sumber: Tribun Lampung

Berita Populer