Kanal

Kepala Disdik Kepri Akui Isu Guru Pungli SMK Negeri di Bintan, Tapi Bantah Guru Ditangkap!

Arifin Nasir, Kepala Disdik Kepri - tribunbatam/thom limahekin

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN-Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau Arifin Nasir dihubungi Tribun pada Kamis (27/4) menegaskan, apapun kegiatan di sekolah yang membutuhkan uang harus dibuat perencanaan matang dan terstruktur. Minimal enam bulan sebelum hari H.

Baca: Edan! Menolak Ajakan Bercinta, Pria Ini Nekat Tikam Teman Wanitanya Hingga Tewas!

Baca: Heboh, Beredar Video Bule Begituan di Bali, 59 Cewek Indonesia Jadi Mangsanya, Termasuk di Batam!

Baca: Heboh! Pengacara Wanita Ini Kepergok Pembantu Sedang Begituan dengan Sopir di Kamarnya!

Penegasan Arifin ini menjawab pertanyaan Tribun terkait kabar ada oknum guru di SMKN 1 Bintan Timur kena operasi tangkap tangan (OTT) unit Saber Pungli Polres Bintan pada Sabtu (22/4) lalu.

Sebelum memberikan penegasan, Arifin mengoreksi kabar terkait OTT tersebut. "Tak ada penangkapan ya, tapi yang ada hanya minta keterangan, yang bersangkutan dimintai keterangan saja, tolong dikoreksi kabar itu,"ujarnya.

Selanjutnya Arifin menghimbau, agar tidak terjadi dugaan dugaan permainan uang di tingkat sekolah, ada bagusnya perencanaan kegiatan sekolah yang membutuhkan dana tertentu paling bagus 6 bulan direncanakan. "Akan paling bagus lagi satu tahun perencanaannya,"ujarnya.

Apapun kegiatannya kata dia, perencanaan itu disesuaikan dengan kebutuhan. Menurutnya selama ini di sekolah sudag ada dana bantuan operasional siswa (Bos), dana bantuan provinsi, dan dana operasional sekolah sendiri.

"Tidak perlu lagi dilakukan pungutan atau permintaan sumbangan. Tapi kalau uang itu kurang, kurangnya berapa, kemudian sampaikan pada komite sekolah, biar komite sekolah yang mengeksekusi semuanya itu, guru guru dan kepala sekola fokus saja memikirkan tentang kegiatan belajar bagaimana menjadi bagus,"ujar Arifin. (*)

Penulis: Aminnudin
Editor: Agoes Sumarwah

Wanita Tewas Dalam Lemari Pernah Unggah Foto Bersama Pelaku, Sempat Usir dari Kos sebelum Dibunuh

Berita Populer