Kanal

Proyek Bandara di Kepri Mandek. Langka Duit, Letung-Dabo-Tambelan Terkatung-katung!

Ilustrasi. Kondisi jalan penghubung ke Bandara Letung, Kabupaten Anambas - Tribunbatam/Septyan Mulia Rohman

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, TANJUNGPINANG-Kemandekan sejumlah proyek strategis mempengaruhi realisasi pelaksanaan anggaran pada satuan kerja pusat dan perangkat daerah wilayah Kepri.

Hasil evaluasi Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kepri menunjukkan realisasi anggaran dari alokasi DAK Fisik dan Dana Desa hingga semeter pertama 2017 hanya mencapai 33,35 persen atau Rp 2,367 triliun dari total pagu anggaran di Kepri sebesar Rp 7,098 triliun.

Baca: Pendemo Tuntut Realiasi Proyek di Lingga, Protes Rencana Gubernur Bangun Jalan Layang Pinang!

Baca: BREAKINGNEWS: Panaskan Senggarang 1, Golkar-Demokrat Koalisi. Ini Hitung-hitungan Kursinya!

Baca: BREAKINGNEWS: Panaskan Kursi Senggarang 1, Respationo Singgung 5 Nama Penjaringan PDIP!

Baca: BREAKINGNEWS: Jadi Isu Panas, Pemkab Klarifikasi TK Antam. Bukan Penggusuran Tapi Relokasi!

"Penyerapan anggaran nasional sebesar 33,52 persen. Sedangkan penyerapan anggaran di Kepri berada di bawah itu, 33,35 persen," kata Heru Pudyo Nugroho, kepala Kanwil Ditjen Perbendaharaan Kepri, Rabu (26/7) siang.

Heru memaparkan, berdasarkan kategori wilayah atau lokasi satuan kerja pusat dan perangkat daerah, penyerapan anggaran terendah untuk belanja barang ada pada satuan kerja provinsi Kepri sebesar 25,46 persen dari pagunya.

Untuk belanja modal, penyerapan anggaran terendah disumbangkan oleh satuan kerja dan perangkat daerah yang berlokasi di kabupaten Anambas sebesar 3,83 persen.

Sedangkan untuk belanja bantuan sosial, satuan kerja pusat dan perangkat daerah yang berlokasi di provinsi Kepri dan kabupaten Anambas bahkan sama sekali merealisasikan anggaran tersebut. Satuan kerja dan perangkat daerah yang berlokasi di kabupaten Natuna baru menyalurkan belanja bantuan sosial sebesar 3,41 persen.

"Dari total alokasi dana APBN untuk provinsi Kepri sebesar Rp 7,098 triliun, terdapat 18,22 persen dana yang dialokasikan untuk membangun proyek strategis pemerintah di sektor infrastruktur. Namun, capaiannya justru belum menggembirakan terutama dalam kategori proyek strategis," ungkap Heru.

Adapun proyek strategis yang mandek dan akhirnya mempengaruhi penyerapan anggaran antara lain belum maksimal penyerapan anggaran untuk kegiatan pembangunan bandar udara Letung, Dabo dan lanjutan pekerjaan bandara udara di Tambelan.

Sedangkan untuk kategori proyek startegis sarana transportasi massal yang seharusnya berwujud perencanaan pembangunan light rapid transit (LRT) di Batam kemungkinan tidak dapat direalisasikan pada 2017 ini karena perlu dikaji lagi mengenai skema pembiayaan yang melibatkan swasta, penentuan titik-titik transit dan jenis LRT yang paling tepat di kota Batam.

Namun demikian, untuk sektor jalan dan jembatan khususnya pembangunan fly over di Batam, perkembangan fisik pembangunan fly over Simpang Jam berjalan cukup mulus dengan realisasi fisik mencapai 59,36 persen dan realisasi keuangan sekitar 66,15 persen. Proyek ini ditargetkan akan diselesaikan pada akhir 2017 ini.

"Untuk sektor bendungan, pembangunan bendungan Sei Gong juga berjalan cukup baik pada 2017 ini, dengan perkembangan fisik mencapai 45 persen. Penyelesaiannya dipercepat sampai pada Juni 2018 sesuai permintaan Pak Presiden RI Joko Widodo," terang Heru.(*)

Penulis: Thom Limahekin
Editor: Agoes Sumarwah

Kronologi Polisi Gadungan Perkosa Siswi SMK di Hadapan Pacar, Berawal Kepergok Mesum di Warnet

Berita Populer