Kanal

Presiden Maduro Klaim Menang Pemilu, Venezuela Berdarah-darah

Kerusuhan melanda Venezuela menentang Presiden Nicolas Maduro - EPA

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, CARACAS - Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengklaim menang dalam Pemilu, Senin (31/7/2017), sehari setelah kerusuhan yang menewaskan sepuluh orang.

Kekerasan melanda negara itu pada hari Minggu saat Maduro (54), menentang kecaman internasional untuk mengadakan pemilihan untuk sebuah Konstituante yang baru.

Pihak berwenang kemudian mengumumkan bahwa “jumlah pemilih luar biasa”, lebih dari delapan juta pemilih.

Dalam sebuah pidato kepada ratusan pendukung di Caracas tengah, Maduro mengatakan: "Kami kini memiliki Majelis Konstituante.”

"Ini adalah suara terbesar revolusi dalam sejarahnya selama 18 tahun," tambah Maduro, mengacu pada pemimpin kharismatik yang digantikannya, Hugo Chavez.

Namun, Pemilu ini dinilai penuh rekayasa dan banyak mendapat perlawanan kelompok oposisi di negara Amerika latin yang kaya minyak tersebut.

Para penentang bertekad untuk terus melakukan perlawanan sampai tuntutan mereka terpenuhi, memilih anggota parlemen yang baru untuk menyusun ulang konstitusi.

Sepuluh orang tewas dalam gelombang pertumpahan darah karena Maduro menentang boikot oposisi dan kritik internasional, termasuk ancaman sanksi baru AS.

Jumlah orang Venezuela yang tinggal di luar negeri melonjak karena produsen minyak yang dulu booming telah mengalami krisis ekonomi yang dahsyat.

Utusan AS untuk Perserikatan Bangsa-Bangsa, Nikki Haley, mengecam pemungutan suara tersebut yang disebutnya serbagai penipuan.

Penulis: Alfian Zainal

Viral Reaksi Ketum PSSI Edy Rahmayadi Menutup Wawancara Sepihak, soal Insiden Tewasnya The Jak Mania

Berita Populer