Kanal

Difasilitasi Camat dan Polisi, Nelayan Desa Numbing Kembali Bertemu Pengusaha di Pertemuan ke-13

ilustrasi pertemuan - familyservices

BATAM.TRIBUNNEWS.COM, BINTAN - Meski sudah 12 kali melakukan pertemuan, kisruh antara nelayan lokal Desa Numbing dengan pengusaha ikan bilis belum selesai.

Puncak kisruh terjadi pada 26 Agustus 2017, dua kelompok hampir ricuh di laut.

Pada Rabu

Baca: KEREN! Ada Robot Transformer di Laman Boenda Tanjungpinang. Turis China pun Minta Selfie

(30/8/2017), dua kelompok kembali bertemu di Desa Kelong, ibu kota Kecamatan Numbing.

Pertemuan ini merupakan yang ke 13 kali.

Baca: BREAKINGNEWS. Kebakaran Kios di Tanjungpinang. 7 Motor Hangus Terbakar, Termasuk Motor Balap

Baca: Ketua DPRD Kepri Minta Dinas Pendidikan Buat Database Atlet Berprestasi. Ini Alasannya

Pertemuan difasilitasi Camat dan Polsek Bintan Timur.

Turut hadir di tempat sama Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Kepri, kepala Dinas Perikanan Bintan dan tiga kepala desa di kawasan yang saling terkait.

Dalam pertemuan, sejumlah kelompok saling mengajukan pendapat.

Slamet, pengusaha Ikan Bilis asal Kelurahan Sei Enam Laut, Bintan Timur meminta diperjelas aturan zona tangkapan dan waktu tangkap agar ke depan masing-masing pihak saling menghormati.

"Kami hanya melaut pada siang, tidak lebih dari jam satu, sementara nelayan Numbing melautnya malam,"kata Selamat. (min)

Penulis: Aminnudin
Editor: nandarson

5 ABG Digerebek Hendak Gelar Pesta Seks di Makassar, 3 Gadis Masih di Bawah Umur

Berita Populer